JAKARTA - Industri asuransi jiwa menghadapi tantangan pada pendapatan premi akibat penurunan daya beli masyarakat.
Meskipun begitu, sektor ini tetap mencatatkan laba dan terus mencari strategi untuk meningkatkan penetrasi pasar dan menjaga keberlanjutan.
Pendapatan Premi Tertekan Daya Beli
Baca JugaPrudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, pendapatan premi industri asuransi jiwa pada semester I-2025 mencapai Rp 87,6 triliun. Angka tersebut mengalami kontraksi tipis 1% secara year on year, mencerminkan tekanan yang muncul dari penurunan daya beli masyarakat.
Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu, menjelaskan bahwa tekanan ini berdampak langsung terhadap kemampuan masyarakat membayar premi. Penurunan daya beli menyebabkan alokasi dana untuk premi menurun, walaupun jumlah tertanggung tetap meningkat.
Fenomena ini terlihat dari peningkatan total tertanggung baik perorangan maupun kumpulan yang masing-masing naik 16,2% YoY dan 7,4% YoY pada semester I-2025. Hal ini menandakan bahwa meskipun pendapatan premi tertekan, minat masyarakat terhadap perlindungan asuransi jiwa tetap ada.
Inovasi Produk dan Penyesuaian Biaya
Togar menekankan perlunya inovasi untuk meningkatkan persistensi nasabah existing di tengah kondisi ekonomi yang masih fluktuatif. Perusahaan asuransi jiwa dituntut untuk menciptakan produk yang terjangkau, sederhana, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Selain inovasi produk, efisiensi biaya operasional menjadi kunci. Digitalisasi disebut sebagai salah satu langkah penting untuk menekan biaya tanpa mengurangi kualitas layanan. Strategi ini diharapkan mampu menjaga profitabilitas perusahaan sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah.
Upaya ini juga mendukung penetrasi pasar yang lebih luas. Dengan produk yang relevan dan sistem operasional efisien, perusahaan asuransi jiwa memiliki peluang untuk menarik lebih banyak nasabah, sekaligus memperkuat loyalitas nasabah existing.
Tata Kelola Risiko dan Perlindungan Konsumen
Selain aspek finansial, penguatan tata kelola manajemen risiko juga menjadi fokus penting. Togar menekankan bahwa perlindungan konsumen harus terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan perusahaan.
Perusahaan asuransi jiwa diharapkan mampu menyeimbangkan antara pertumbuhan bisnis dan pemenuhan hak-hak nasabah. Hal ini termasuk penyediaan informasi produk yang jelas, transparan, dan sesuai regulasi.
Dengan tata kelola yang baik, perusahaan dapat menghadapi tekanan ekonomi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat. Kepercayaan nasabah menjadi salah satu faktor kunci agar industri asuransi jiwa tetap kuat di masa mendatang.
Laba Industri Tetap Positif
Meski pendapatan premi mengalami tekanan, industri asuransi jiwa masih berhasil membukukan laba. Pada semester I-2025, laba setelah pajak tercatat sebesar Rp 7,73 triliun, menunjukkan kemampuan sektor ini mempertahankan profitabilitas.
Angka ini menunjukkan bahwa meskipun pendapatan premi tidak tumbuh signifikan, efisiensi operasional dan strategi inovasi produk mampu menjaga kinerja perusahaan. Laba positif menjadi modal penting untuk pengembangan bisnis dan penetrasi pasar ke depan.
Industri asuransi jiwa terus beradaptasi dengan kondisi ekonomi dan perilaku konsumen. Dengan kombinasi inovasi, efisiensi biaya, tata kelola risiko yang baik, dan produk relevan, sektor ini tetap mampu tumbuh meski menghadapi tantangan daya beli masyarakat.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor
- Jumat, 06 Februari 2026
Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar
- Jumat, 06 Februari 2026
BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook
- Jumat, 06 Februari 2026












