Bank Indonesia Terapkan Strategi Cermat Agar Utang RI Tetap Stabil
- Jumat, 17 Oktober 2025
JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang lebih terkendali pada Agustus 2025.
Struktur ULN tetap sehat dan didominasi utang jangka panjang. Hal ini mencerminkan pengelolaan yang hati-hati serta pemanfaatan dana untuk mendukung program prioritas ekonomi.
Pertumbuhan ULN Indonesia Melambat
Baca JugaPrudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa posisi ULN Indonesia pada Agustus 2025 tercatat sebesar USD 431,9 miliar, tumbuh 2,0 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 4,2 persen (yoy) pada Juli 2025.
“Perkembangan ini terutama bersumber dari melambatnya pertumbuhan ULN sektor publik dan kontraksi pertumbuhan ULN sektor swasta,” ujarnya.
ULN pemerintah tumbuh lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya. Posisi ULN pemerintah tercatat sebesar USD 213,9 miliar, tumbuh 6,7 persen (yoy) atau melambat dibandingkan pertumbuhan 9,0 persen (yoy) pada Juli 2025.
Perlambatan ini dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing yang melambat pada Surat Berharga Negara (SBN) seiring ketidakpastian pasar keuangan global.
Pemanfaatan ULN untuk Program Prioritas
Menurut BI, ULN dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel, dengan pemanfaatan yang diarahkan untuk pembiayaan program prioritas.
Beberapa sektor utama yang didukung ULN pemerintah antara lain: Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (23,4 persen), Jasa Pendidikan (17,2 persen), Administrasi Pemerintah dan Pertahanan, serta sektor Jaminan Sosial Wajib (15,7 persen).
Sektor konstruksi memanfaatkan 12,3 persen, transportasi dan pergudangan 9,0 persen, dan Jasa Keuangan serta Asuransi 8,0 persen dari total ULN pemerintah. Struktur ULN pemerintah didominasi utang jangka panjang dengan pangsa 99,9 persen, menunjukkan fokus pada stabilitas dan keberlanjutan fiskal.
Kontraksi ULN Swasta dan Sektor Utama
ULN swasta pada Agustus 2025 tercatat sebesar USD 194,2 miliar, mengalami kontraksi 1,1 persen (yoy), lebih besar dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya 0,2 persen (yoy).
Kontraksi ini berasal dari ULN nonfinancial corporations yang turun 1,6 persen (yoy), sementara ULN financial corporations tumbuh melambat menjadi 0,8 persen (yoy).
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari industri pengolahan, Jasa Keuangan dan Asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian.
Pangsa sektor-sektor tersebut mencapai 81,2 persen terhadap total ULN swasta. Kondisi ini menunjukkan adanya konsentrasi pada sektor produktif yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Struktur ULN Tetap Sehat dan Terjaga
Struktur ULN Indonesia tetap sehat dengan rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 30,0 persen pada Agustus 2025, relatif stabil dibandingkan Juli 2025 yaitu 29,9 persen. Dominasi ULN jangka panjang mencapai 85,9 persen dari total ULN, mencerminkan pengelolaan yang hati-hati dan terukur.
Bank Indonesia bersama Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan ULN untuk menjaga stabilitas perekonomian.
“Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” pungkas Ramdan Denny Prakoso.
Pengelolaan ULN yang cermat dan terstruktur ini memberikan keyakinan bahwa Indonesia mampu memanfaatkan dana luar negeri secara optimal, tetap menjaga kesehatan fiskal, dan memprioritaskan pembiayaan sektor-sektor yang mendukung kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan pembangunan nasional.
Dengan langkah-langkah ini, struktur ULN Indonesia tetap stabil dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor
- Jumat, 06 Februari 2026
Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar
- Jumat, 06 Februari 2026
BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook
- Jumat, 06 Februari 2026












