Jumat, 06 Februari 2026

Kepercayaan Nasabah Dorong Pertumbuhan BTN Syariah Sebelum Spin-off

Kepercayaan Nasabah Dorong Pertumbuhan BTN Syariah Sebelum Spin-off
Kepercayaan Nasabah Dorong Pertumbuhan BTN Syariah Sebelum Spin-off

JAKARTA - Unit Usaha Syariah (UUS) BTN, atau BTN Syariah, mencatat pertumbuhan pembiayaan 18,2 persen yoy per Agustus 2025, menandai kinerja yang solid menjelang spin-off. 

Peningkatan DPK dan aset memperkuat fondasi bisnis syariah ini. Optimisme tinggi dari manajemen BTN memperlihatkan kesiapan entitas syariah untuk berdiri mandiri.

Kinerja Solid BTN Syariah

Baca Juga

Prudential Syariah Fokus Perlindungan dan Perencanaan Finansial Lintas Mata Uang Keluarga

BTN Syariah berhasil menorehkan pencapaian luar biasa pada sisi pembiayaan, tumbuh dari Rp42,36 triliun pada Agustus 2024 menjadi Rp50,1 triliun di Agustus 2025.

Pertumbuhan ini menandakan tren positif dan kesiapan entitas untuk spin-off. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa angka double digit ini menjadi sinyal kuat bagi masa depan BTN Syariah sebagai entitas mandiri.

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukkan kenaikan signifikan, mencapai 17,9 persen yoy. Nilai DPK bertambah dari Rp47,96 triliun menjadi Rp56,5 triliun, mencerminkan kepercayaan tinggi nasabah terhadap produk dan layanan perbankan syariah.

Pertumbuhan Aset dan Fondasi Bisnis

Seiring peningkatan pembiayaan dan DPK, aset BTN Syariah turut tumbuh sekitar 16 persen yoy, meningkat dari Rp57,7 triliun menjadi Rp67,4 triliun. Pertumbuhan konsisten ini menegaskan fondasi bisnis syariah BTN yang kuat.

Tren positif ini menjadi modal penting bagi BTN Syariah untuk menghadapi peluang dan tantangan pasca-spin-off. Dengan basis aset yang semakin kokoh, BTN Syariah siap meningkatkan kontribusi terhadap sektor perbankan syariah nasional.

Strategi Pertumbuhan dan Optimisme Manajemen

Keberhasilan BTN Syariah merupakan hasil strategi yang matang, termasuk pembiayaan selektif, ekspansi basis nasabah, dan optimalisasi DPK. Pendekatan ini dilakukan dengan memanfaatkan segmen ritel dan institusi, sehingga pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan.

Manajemen BTN optimis spin-off BTN Syariah akan berjalan lancar sesuai target. Strategi yang terencana ini diharapkan memperkuat posisi BTN Syariah sebagai pemain utama dalam industri keuangan syariah, sekaligus mendukung pengembangan produk dan layanan yang lebih fokus.

Menanti RUPSLB dan Spin-off Mandiri

Proses spin-off BTN Syariah masih menunggu keputusan RUPSLB, yang diperkirakan digelar pada November 2025. Setelah spin-off, BTN Syariah akan menjadi bagian dari Bank Syariah Nasional (BSN), membentuk entitas syariah lebih besar dan kuat.

Langkah strategis ini bertujuan menciptakan sinergi lebih optimal dan memungkinkan BTN Syariah fokus pada pengembangan produk serta layanan syariah. Selain itu, upaya ini sejalan dengan target pemerintah memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor

Harga Perak Hari Ini Mengalami Koreksi, Momentum Potensial untuk Para Investor

Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional

Syarat KUR Mandiri 2026: Hadir dengan Pinjaman Rp50 Juta untuk UMKM Nasional

Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar

Harga Emas Perhiasan Stabil, Meningkatkan Kepercayaan Investor dan Konsumen Pasar

Update Harga Buyback Emas Galeri 24 dan UBS Hari Ini Tetap Stabil

Update Harga Buyback Emas Galeri 24 dan UBS Hari Ini Tetap Stabil

BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook

BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Meski Moodys Pangkas Outlook