Sabtu, 07 Februari 2026

Harga Minyak Dunia Naik, Didukung Langkah India Hentikan Impor dari Rusia

Harga Minyak Dunia Naik, Didukung Langkah India Hentikan Impor dari Rusia
Harga Minyak Dunia Naik, Didukung Langkah India Hentikan Impor dari Rusia

JAKARTA - Harga minyak mentah dunia kembali menguat setelah mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. 

Pada perdagangan terbaru, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2025 tercatat di level US$ 58,94 per barel, naik 1,15% dari posisi sebelumnya di US$ 58,27 per barel.

Kenaikan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengungkapkan bahwa Perdana Menteri India Narendra Modi berjanji untuk menghentikan pembelian minyak dari Rusia. Langkah ini dinilai menjadi sinyal positif bagi pasar global yang sempat lesu akibat kelebihan pasokan dan tekanan geopolitik.

Baca Juga

Indonesia Raih Kemajuan Signifikan Dalam Pendanaan Energi Bersih Lewat JETP

India Didorong Hentikan Pembelian Minyak Rusia

Pernyataan Trump menjadi perhatian pelaku pasar minyak global karena India merupakan salah satu konsumen minyak terbesar di dunia dan selama ini menjadi pembeli utama minyak Rusia dengan harga diskon.

Trump menyebut Modi telah menyatakan kesiapannya untuk menghentikan pembelian minyak Rusia, meskipun belum ada penjelasan mengenai batas waktu penerapan kebijakan tersebut.

Meski demikian, India belum mengeluarkan konfirmasi resmi terkait janji tersebut. Namun, kabar ini sudah cukup untuk menggerakkan harga minyak mentah dunia naik dari level terendah dalam lima bulan terakhir.

Sebagai catatan, India dan China selama ini memanfaatkan pasokan minyak Rusia dengan harga lebih murah, yang ditawarkan sebagai imbas dari pembatasan harga global terhadap Rusia. 

Mekanisme tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan minyak dunia, sekaligus membatasi sumber pendanaan Rusia untuk mendukung operasional militernya.

Tekanan dan Kepentingan Dagang Amerika Serikat

Kebijakan India untuk mengurangi ketergantungannya pada minyak Rusia tidak lepas dari tekanan diplomatik Amerika Serikat. Sejumlah pejabat senior AS menuduh beberapa pengusaha India mengambil keuntungan berlebih dari harga minyak Rusia yang terdiskon.

AS menganggap langkah India ini penting dalam memperkuat hubungan dagang antara kedua negara. Bahkan, isu pembelian minyak Rusia menjadi poin negosiasi utama dalam pembahasan perjanjian dagang bilateral antara India dan AS.

Di sisi lain, Menteri Perdagangan India mengungkapkan potensi untuk memperluas kerja sama energi dengan Amerika Serikat. India disebut memiliki kapasitas untuk membeli tambahan minyak mentah dari AS senilai US$ 15 miliar, sebagai bentuk diversifikasi sumber energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap Rusia.

Dampak terhadap Pasar Energi Global

Kenaikan harga minyak mentah akibat kabar ini dianggap sebagai respons wajar dari pasar terhadap kemungkinan penurunan ekspor minyak Rusia. Dengan India sebagai pembeli besar, langkah pengurangan impor dari Rusia berpotensi menekan ketersediaan pasokan global dalam jangka pendek.

Namun, di tengah optimisme tersebut, pasar minyak juga tetap menghadapi tantangan serius. Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang terus meningkat masih membayangi prospek permintaan energi dunia.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan melemahnya konsumsi minyak di dua negara ekonomi terbesar dunia, yang bisa menekan kembali harga dalam beberapa pekan mendatang.

Meski demikian, pelaku pasar berharap kerja sama energi antara India dan AS dapat menciptakan stabilitas baru dalam perdagangan minyak internasional. Kenaikan harga minyak kali ini dianggap sebagai sinyal pemulihan pasar setelah periode tekanan akibat dinamika geopolitik dan ketegangan ekonomi global.

Kenaikan harga minyak dunia yang dipicu oleh komitmen India untuk menghentikan pembelian minyak dari Rusia mencerminkan kompleksitas hubungan geopolitik dan perdagangan energi global. 

Di satu sisi, langkah ini menjadi angin segar bagi pasar minyak mentah yang sempat lesu, namun di sisi lain masih menyimpan potensi gejolak baru bila ketegangan antara negara-negara besar kembali meningkat.

Jika kerja sama antara India dan Amerika Serikat berjalan lancar, hal ini berpotensi memperkuat struktur perdagangan energi dunia dan mendukung stabilitas harga minyak dalam jangka panjang.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Zulkifli Hasan Dorong PSEL di TPA Antang Makassar Untuk Energi Bersih

Zulkifli Hasan Dorong PSEL di TPA Antang Makassar Untuk Energi Bersih

HKTI Dorong Koordinasi dan Pendampingan Petani Hadapi Musim Tanam 2026

HKTI Dorong Koordinasi dan Pendampingan Petani Hadapi Musim Tanam 2026

Zulkifli Hasan Jelaskan Penyesuaian Program MBG Menyambut Bulan Ramadhan

Zulkifli Hasan Jelaskan Penyesuaian Program MBG Menyambut Bulan Ramadhan

Pencapaian Proyek JETP Tahun Dua Ribu Dua Puluh Enam Perkuat Transisi Energi

Pencapaian Proyek JETP Tahun Dua Ribu Dua Puluh Enam Perkuat Transisi Energi

Dewan Energi Nasional Sebut Biodiesel Berperan Strategis Dalam Mewujudkan Swasembada Energi

Dewan Energi Nasional Sebut Biodiesel Berperan Strategis Dalam Mewujudkan Swasembada Energi