Kamis, 02 April 2026

Emas Pecahkan Rekor Tertinggi, Investor Berbondong-bondong Cari Aset Aman

Emas Pecahkan Rekor Tertinggi, Investor Berbondong-bondong Cari Aset Aman
Emas Pecahkan Rekor Tertinggi, Investor Berbondong-bondong Cari Aset Aman

JAKARTA - Harga emas dunia menembus level tertinggi sepanjang sejarah, didorong ketegangan geopolitik dan ekspektasi suku bunga yang menguntungkan logam mulia, membuat investor mencari aset aman.

Lonjakan Harga Emas ke Level Tertinggi

Harga emas spot naik 0,4% ke US$ 4.124,79 per ons troi, setelah sempat menyentuh US$ 4.131,52 di awal sesi. Sementara itu, kontrak berjangka emas untuk pengiriman Desember meningkat 0,3% menjadi US$ 4.143,10. 

Baca Juga

Cara Bayar PDAM Lewat BRImo dengan Praktis, Anti Ribet!

Secara tahunan, harga emas melonjak 57% sejak awal 2025, menembus ambang psikologis US$ 4.100 untuk pertama kali. Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi ketidakpastian ekonomi global, ekspektasi pemangkasan suku bunga, dan pembelian besar oleh bank sentral.

Faktor Pendorong Permintaan Emas

Ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China kembali meningkat, memacu permintaan aset aman. Beijing memperluas kontrol ekspor logam tanah jarang, sementara AS mengancam tarif 100% atas produk impor China dan kontrol ekspor perangkat lunak mulai November. 

Selain faktor geopolitik, arus masuk dana besar ke reksadana berbasis emas (ETF) turut memperkuat harga logam mulia. SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, melaporkan kepemilikannya naik 0,17% menjadi 1.018,88 ton.

Penguatan Logam Lainnya

Tidak hanya emas, perak juga ikut menguat 0,3% ke US$ 52,49 per ons setelah mencapai rekor US$ 52,70 di awal perdagangan. Kenaikan ini didorong faktor serupa yang menopang emas, termasuk kondisi pasar fisik yang semakin ketat. 

Platinum naik 0,5% ke US$ 1.653,45, sementara palladium melonjak 1,6% menjadi US$ 1.498,25, level tertinggi sejak Mei 2023. Fenomena ini menegaskan bahwa logam mulia tetap menjadi pilihan utama bagi investor dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Prospek dan Ekspektasi Pasar

Pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga AS sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed bulan ini, dengan kemungkinan pengulangan pada Desember. Risiko terhadap pasar tenaga kerja AS semakin memperkuat argumen pemangkasan suku bunga lanjutan, menurut Anna Paulson, Presiden Federal Reserve Philadelphia.

Bank of America dan Société Générale memproyeksikan harga emas akan menembus US$ 5.000 per ons pada 2026, sementara Standard Chartered menaikkan perkiraan rata-rata harga 2026 menjadi US$ 4.488 per ons. Kombinasi faktor ini diperkirakan akan terus menopang kenaikan logam mulia di pasar global.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

AAUI Sebut Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Buka Peluang Asuransi Umum

AAUI Sebut Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Buka Peluang Asuransi Umum

Update Harga Emas Antam Hari Ini Meroket Signifikan dan Bikin Investor Tergiur

Update Harga Emas Antam Hari Ini Meroket Signifikan dan Bikin Investor Tergiur

Kenaikan IHSG Signifikan, Investor Optimistis Tren Saham Indonesia Tahun 2026

Kenaikan IHSG Signifikan, Investor Optimistis Tren Saham Indonesia Tahun 2026

Harga Perak Antam Turun Tipis, Investor Tetap Melihat Peluang Menjanjikan

Harga Perak Antam Turun Tipis, Investor Tetap Melihat Peluang Menjanjikan

Rupiah Menguat, Pelaku Pasar Optimistis Stabilitas Ekonomi Nasional Terjaga

Rupiah Menguat, Pelaku Pasar Optimistis Stabilitas Ekonomi Nasional Terjaga