JAKARTA - Inovasi energi bersih terus berkembang di sektor pertanian Indonesia.
Salah satu terobosan terbaru hadir di Rawa Pening, Kabupaten Semarang, di mana sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung kini dimanfaatkan untuk mendukung pengairan lahan pertanian secara cerdas.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Kesongo dan Politeknik Negeri Semarang (Polines) dalam mewujudkan pertanian modern yang ramah lingkungan melalui konsep Smart Farming berbasis PLTS Terapung Rawa Pening.
Baca JugaIndonesia Raih Kemajuan Signifikan Dalam Pendanaan Energi Bersih Lewat JETP
Sistem tersebut dirancang dengan kapasitas 20 kilowatt peak (kWp) dan dilengkapi Pompa Air Tenaga Surya (PATS) untuk mengairi lahan pertanian seluas 10 hingga 15 hektare. Teknologi ini menjadi solusi strategis bagi petani, khususnya saat musim kemarau ketika debit air danau mulai menurun.
Sistem Cerdas untuk Ketahanan Air Petani
Keberadaan PLTS Terapung Rawa Pening memberikan manfaat nyata bagi petani setempat. Teknologi ini tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan, tetapi juga memastikan ketersediaan air irigasi secara berkelanjutan.
Dengan sistem pompa otomatis berbasis tenaga surya, lahan pertanian di wilayah Kesongo, Tuntang, dapat terus diairi tanpa tergantung pasokan listrik dari jaringan konvensional. Hal ini membantu petani mempertahankan produktivitas meskipun di tengah kondisi air yang terbatas.
Sistem ini bekerja dengan cara menyerap energi matahari yang kemudian diubah menjadi daya listrik untuk menggerakkan pompa air. Air dari Danau Rawa Pening dialirkan secara efisien ke sawah-sawah di sekitar kawasan, menjadikan sistem ini ramah lingkungan sekaligus hemat biaya operasional bagi para petani.
Sinergi Teknologi dan Kemandirian Energi Desa
Program Smart Farming PLTS Terapung menjadi langkah nyata menuju kemandirian energi di tingkat desa. Dengan teknologi ini, masyarakat tidak hanya mendapat manfaat langsung dari energi surya, tetapi juga ikut terlibat dalam pengelolaan sistemnya.
Pemerintah Desa Kesongo bersama tim dari Polines memberikan pelatihan kepada petani untuk memahami cara kerja dan perawatan sistem PLTS serta pompa surya agar dapat dioperasikan secara mandiri.
Keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan teknologi ini menjadi kunci keberhasilan proyek. Selain menekan biaya listrik dan bahan bakar, sistem PLTS terapung juga membantu menjaga kelestarian lingkungan Danau Rawa Pening dengan memanfaatkan ruang air secara efisien tanpa merusak ekosistem di bawahnya.
Harapan untuk Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan
Melalui penerapan PLTS Terapung Rawa Pening, Desa Kesongo menjadi contoh nyata transformasi menuju pertanian berkelanjutan berbasis energi terbarukan. Model seperti ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya matahari melimpah dan tantangan pengairan serupa.
Teknologi Smart Farming yang terintegrasi dengan energi surya tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mengedukasi petani untuk beradaptasi dengan inovasi hijau. Ke depan, sistem seperti ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung target nasional dalam pengurangan emisi karbon.
Keberhasilan proyek ini membuktikan bahwa penerapan energi terbarukan di sektor pertanian tidak sekadar konsep, melainkan solusi konkret untuk menciptakan kesejahteraan petani dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Zulkifli Hasan Jelaskan Penyesuaian Program MBG Menyambut Bulan Ramadhan
- Jumat, 06 Februari 2026
Pencapaian Proyek JETP Tahun Dua Ribu Dua Puluh Enam Perkuat Transisi Energi
- Jumat, 06 Februari 2026
Dewan Energi Nasional Sebut Biodiesel Berperan Strategis Dalam Mewujudkan Swasembada Energi
- Jumat, 06 Februari 2026











.jpeg)
