PT Pelindo Panjang Hadirkan Alat Baru Dorong Layanan Petikemas Optimal
- Selasa, 30 September 2025
JAKARTA - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menambah satu unit quay container crane (QCC) untuk memperkuat kapasitas Terminal Petikemas (TPK) Pelabuhan Panjang.
Alat tambahan ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional bongkar–muat petikemas, mendukung pertumbuhan arus logistik internasional, dan mempercepat pelayanan kapal.
Manager Area TPK Pelabuhan Panjang, Anang Subagyono, menegaskan bahwa kehadiran QCC baru akan meningkatkan kapasitas layanan dari 30 box ship hour (BSH) menjadi sekitar 40–50 BSH.
Baca JugaTop 11 Perusahaan Batu Bara di Indonesia 2026, Kapasitas Fantastis!
Saat ini, TPK Panjang telah mengoperasikan tiga QCC, dengan dua QCC menangani kapal internasional. Kehadiran QCC tambahan nantinya akan menjadi kombinasi dua QCC twin dan satu QCC single.
Kinerja Bongkar-Muat Petikemas Meningkat Signifikan
Sejak Januari–Agustus 2025, TPK Pelabuhan Panjang telah mencatat penanganan 12.190 TEUs, naik 42,30 persen dibanding periode sama pada Januari 2025 yang tercatat 8.566 TEUs.
Peningkatan ini menjadi dasar bagi terminal untuk menambah QCC demi menjaga kecepatan dan kualitas layanan, sekaligus menyiapkan kapasitas untuk kapal dengan muatan lebih besar. Anang memprediksi QCC tambahan akan mulai beroperasi maksimal pada Mei 2026, setelah awak terminal menyesuaikan diri dengan sistem alat baru.
Dengan pengoperasian QCC baru, target arus petikemas TPK Panjang pun dinaikkan dari 96.281 TEUs pada 2025 menjadi 116.000 TEUs pada 2026. Peningkatan target ini sejalan dengan ekspansi ekspor dan permintaan petikemas yang terus meningkat.
Kontribusi Ekspor Terhadap Pertumbuhan Terminal
Ekspor menjadi salah satu faktor utama yang mendorong investasi alat baru di TPK Pelabuhan Panjang. Data menunjukkan peningkatan signifikan pada komoditas kopi, dari 3.616 TEUs pada periode Januari–Agustus 2024 menjadi 9.667 TEUs pada periode yang sama 2025.
Sementara komoditas nanas tercatat mengalami penurunan, dari 7.850 TEUs pada 2024 menjadi 6.254 TEUs pada 2025. Selain kopi, terminal menangani berbagai komoditas lainnya, yang mendorong kebutuhan akan kapasitas bongkar-muat lebih tinggi.
Penambahan QCC dianggap strategis untuk mempercepat pelayanan kapal internasional dan mendukung pertumbuhan ekspor nasional melalui Pelabuhan Panjang. Dengan alat baru ini, proses bongkar-muat menjadi lebih cepat dan efisien, mengurangi waktu sandar kapal, dan meningkatkan kepuasan pengguna jasa.
Strategi dan Target Terminal Petikemas Masa Depan
TPK Pelabuhan Panjang menargetkan peningkatan arus petikemas secara bertahap. Dengan QCC tambahan, terminal mampu melayani lebih banyak kapal sekaligus menjaga kualitas operasional.
Anang menekankan bahwa kehadiran QCC baru bukan hanya soal kapasitas, tapi juga strategi memperkuat posisi Pelabuhan Panjang sebagai hub logistik regional yang kompetitif.
Rencana operasional QCC baru diharapkan rampung pada April 2026 dan beroperasi penuh pada Mei 2026. Terminal juga menyiapkan sumber daya manusia terlatih untuk mengoperasikan alat baru, memastikan penanganan petikemas sesuai standar internasional.
Dengan langkah ini, Pelindo Panjang menunjukkan kesiapan mendukung pertumbuhan perdagangan global dan ekspor komoditas unggulan Indonesia, sekaligus meningkatkan daya saing pelabuhan di kancah internasional.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Segmen Sepeda Motor Kembali Jadi Sorotan di IIMS 2026 dengan Puluhan Merek Hadir
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Spektrum Terbatas Jadi Sorotan XLSMART Saat Komdigi Desak Internet Cepat
- Kamis, 05 Februari 2026
Kolaborasi Internasional Dorong Pertumbuhan Mekaar hingga 4,1 Juta Nasabah
- Kamis, 05 Februari 2026
SMSM Hadapi Tekanan Pasar Otomotif Domestik Akibat Lonjakan Truk Impor China
- Kamis, 05 Februari 2026
Centrepark Bersiap Rancang IPO, Targetkan Masuk Bursa Saham Indonesia
- Kamis, 05 Februari 2026







.jpeg)




