Petani Jombang Manfaatkan Kemarau Tanam Padi Tiga Kali Dalam 1 Tahun
- Selasa, 30 September 2025
JAKARTA - Musim kemarau yang masih diselingi hujan dimanfaatkan petani di Jombang untuk menanam padi hingga tiga kali dalam setahun.
Kebijakan pemerintah menetapkan harga pokok pembelian gabah Rp 6.500 per kilogram menjadi motivasi tambahan bagi petani. Di Desa Ngrandulor, Kecamatan Peterongan, sawah tak dibiarkan menganggur meski baru panen raya.
Hariyono, 50, petani setempat, biasanya menanam padi dua kali dan satu kali palawija. Tahun ini berbeda karena ketersediaan air dan curah hujan memungkinkan menanam padi lagi. "Air irigasi lancar dan hujan masih turun, jadi bisa tanam padi ketiga," ujarnya.
Baca JugaIndonesia Raih Kemajuan Signifikan Dalam Pendanaan Energi Bersih Lewat JETP
Harga gabah juga menjadi faktor optimisme. Setelah panen pertengahan September, harga gabah mencapai Rp 7.100 per kilogram. Ini mendorong petani segera memulai persemaian bibit dan menanam padi tanpa menunda.
Program Optimalisasi Lahan Mendukung Petani
Kepala Dinas Pertanian Jombang, Rony, menyatakan petani sudah mulai memasuki musim tanam ketiga (MT III) dengan program optimalisasi lahan (Oplah). Program ini mendorong penanaman padi hingga tiga kali setahun untuk mencapai target nasional.
Program Oplah meliputi bantuan sarana, seperti pompa air dan biaya pengolahan lahan. Dengan intervensi pemerintah ini, petani tidak hanya terbantu dari sisi produksi, tapi juga dalam menjaga kesinambungan tanam padi. "Bantuan pompa air dan biaya pengolahan membuat petani lebih siap menanam kembali," kata Rony.
Program ini dijalankan di 20 kecamatan di Jombang, kecuali Wonosalam karena karakter wilayahnya berbeda dan lebih fokus ke hortikultura. Target luas tanam melalui Oplah mencapai 3.311 hektare hingga akhir tahun.
Strategi Petani Menyikapi Cuaca
Cuaca yang masih mendukung menjadi faktor penting bagi petani. Meski biasanya Oktober hujan mulai jarang, tahun ini hingga akhir September hujan masih turun sehingga mempermudah penanaman.
Hariyono memastikan air mencukupi hingga panen nanti. Dengan pola tanam tiga kali, hasil produksi bisa meningkat signifikan. "Yang penting pengairan lancar, jadi kita bisa tanam tiga kali padi," ujarnya.
Selain itu, ketersediaan air juga membuat petani berani mengubah pola tanam tradisional. Biasanya menanam palawija setelah dua kali padi, kini padi bisa ditanam lagi sehingga meningkatkan hasil pertanian.
Dampak Positif bagi Ekonomi Pertanian
Peningkatan jumlah musim tanam memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal. Dengan lebih banyak padi yang diproduksi, pendapatan petani meningkat dan pasokan pangan lebih stabil.
Program Oplah tidak hanya meningkatkan indeks pertanaman, tapi juga memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. Bantuan dari pemerintah memastikan petani dapat menanam tepat waktu tanpa terganggu keterbatasan sarana.
Keberhasilan penanaman tiga kali dalam setahun ini menjadi contoh bagi daerah lain untuk memanfaatkan musim kemarau basah. Petani di Jombang optimistis target 81.251 hektare luas tanam nasional dapat tercapai hingga akhir Desember.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Zulkifli Hasan Jelaskan Penyesuaian Program MBG Menyambut Bulan Ramadhan
- Jumat, 06 Februari 2026
Pencapaian Proyek JETP Tahun Dua Ribu Dua Puluh Enam Perkuat Transisi Energi
- Jumat, 06 Februari 2026
Dewan Energi Nasional Sebut Biodiesel Berperan Strategis Dalam Mewujudkan Swasembada Energi
- Jumat, 06 Februari 2026











.jpeg)
