JAKARTA - Harga minyak dunia menunjukkan tren melemah akibat kekhawatiran kelebihan pasokan, meskipun situasi geopolitik di Rusia dan Timur Tengah masih membayang.
Minyak Brent ditutup pada US$ 66,57 per barel, bergerak stabil sejak awal Agustus di kisaran US$ 65,50–69 per barel. Sementara itu, WTI Amerika untuk kontrak bulan berikutnya melemah tipis ke US$ 62,28 per barel, menandakan sentimen pasar yang hati-hati.
Produksi Meningkat dari Negara-Negara OPEC+
Baca JugaHarga BBM Stabil, Pertamina dan SPBU Swasta Tetap Komitmen Melayani Konsumen
Eksportir utama OPEC+ seperti Irak melaporkan peningkatan ekspor hingga 3,45 juta barel per hari sesuai kesepakatan OPEC+. Kuwait juga mencatat kapasitas produksi minyak mentahnya mencapai 3,2 juta barel per hari, level tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Kondisi ini menambah tekanan pasar, karena pasokan global terus bertambah meski permintaan diperkirakan melambat.
Faktor Geopolitik dan Dampaknya Terbatas
Ketegangan di Timur Tengah dan Eropa Timur memang menimbulkan risiko, namun belum mengganggu pasokan secara signifikan. Beberapa negara Barat mengakui Palestina, sementara Estonia menuduh jet tempur Rusia melanggar wilayahnya, memicu kekhawatiran investor.
Meski begitu, pasokan minyak tetap mengalir, sehingga efek geopolitik lebih berpengaruh pada volatilitas jangka pendek, bukan fundamental pasar.
Prospek Permintaan dan Prediksi Harga Minyak
Permintaan minyak global diperkirakan menurun dari kuartal III ke kuartal IV 2025 dan berlanjut melemah pada awal 2026. Analis memproyeksikan harga minyak kemungkinan akan tertekan mendekati kisaran US$ 50 per barel jika surplus pasokan tidak diserap oleh penimbunan.
Investor dan pelaku pasar kini memantau kebijakan OPEC+ dan keputusan negara konsumen besar untuk menyesuaikan strategi perdagangan mereka.
Harga minyak menghadapi tekanan struktural dari pasokan berlebih, namun tetap stabil karena permintaan masih ada dan faktor geopolitik mendukung volatilitas moderat.
Penguatan koordinasi ekspor di OPEC+, kapasitas produksi puncak Kuwait, dan ekspor Irak melalui pipa Kurdistan menjadi sorotan utama.
Meski tantangan masih ada, harga minyak cenderung bertahan di kisaran wajar, memberi peluang perencanaan bagi pelaku pasar global.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Stabilitas Harga Gas LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Dipertahankan Pada Bulan April 2026
- Kamis, 02 April 2026
Pemerintah Resmi Bentuk Satgas Transisi Energi untuk Percepat PLTS Nasional
- Kamis, 02 April 2026
Industri Manufaktur Indonesia Tetap Kuat Bertahan di Tengah Berbagai Tekanan
- Kamis, 02 April 2026












