JAKARTA - PT Medco Cahaya Geothermal (MCG) membuka pintu bagi tamu dari berbagai kalangan untuk melihat langsung fasilitas di lapangan Blawan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur.
Kunjungan ini menjadi kesempatan memperlihatkan operasional serta inovasi teknologi di sektor panas bumi. Para tamu berasal dari perusahaan geotermal, kontraktor, konsultan, lembaga riset, hingga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Mereka bisa menyaksikan penerapan teknologi terbaru sekaligus memahami proses pembangkitan listrik berbasis energi terbarukan. General Manager MCG, Novianto, menyebut kesempatan ini sangat berharga untuk berbagi pengalaman.
Baca JugaIndonesia Raih Kemajuan Signifikan Dalam Pendanaan Energi Bersih Lewat JETP
Ia menegaskan MCG memiliki portofolio proyek di Jawa Timur, Sumatera, serta tahap eksplorasi di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Energi Bersih untuk Masa Depan
Menurut Novianto, geotermal tidak hanya sebagai sumber energi berkembang, tetapi juga berperan penting mengurangi emisi karbon. Indonesia memiliki potensi geotermal terbesar di dunia, termasuk di kawasan Ijen yang menjadi lokasi strategis.
Dalam pengembangannya, MCG mengedepankan tiga prinsip utama. Pertama, memastikan produksi energi bersih berkelanjutan. Kedua, menjaga lingkungan tetap lestari. Ketiga, membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.
Ia mengajak semua pihak saling belajar dan memperkuat kolaborasi demi mendukung transisi energi global. Dengan langkah ini, diharapkan tercipta masa depan energi yang lebih hijau dan ramah lingkungan.
Teknologi Binary Pertama di Indonesia
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen resmi beroperasi dengan kapasitas awal 35 MW dari total rencana 110 MW. Proyek ini didukung infrastruktur 83 menara transmisi dan jaringan 150 kV untuk memperkuat pasokan Jawa-Bali.
MCG menjadi pionir dengan menerapkan teknologi two-phase binary. Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan sumber daya bertemperatur rendah, sehingga lebih efisien dibanding metode konvensional. Efisiensinya mencapai 20 persen, lebih tinggi dari standar 18 persen.
Endang Juliana, Operation Manager MCG, menjelaskan proses binary menjaga turbin tetap awet, karena uap dan air panas digunakan melalui sistem penukar panas tertutup. Proses ini juga ramah lingkungan dengan zero CO2 emission.
Keunggulan lainnya adalah waktu sinkronisasi ke jaringan listrik yang singkat, hanya 10-15 menit. Semua sistem dikendalikan dari ruang pengawasan modern, sehingga setiap kendala bisa segera diatasi.
Dampak Sosial dan Ekonomi Lokal
Selain membangun pembangkit, MCG juga memberdayakan masyarakat sekitar. Salah satunya melalui program pengembangan produk teh jahe pandan hasil karya ibu-ibu PKK Desa Kaligedang.
Azis Syaiful Anwar dari MCG menjelaskan pihaknya membantu dari produksi, pengemasan, hingga pemasaran. Produk ini menjadi tambahan penghasilan sekaligus memperkuat perekonomian lokal di sekitar Ijen.
Sandy Fitrianti, anggota PKK, mengaku senang karena produk mereka dipasarkan lebih luas, termasuk secara daring. Dalam sebulan, bisa diproduksi hingga 100 pieces pesanan. Dukungan MCG memberi semangat baru bagi warga desa.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Zulkifli Hasan Jelaskan Penyesuaian Program MBG Menyambut Bulan Ramadhan
- Jumat, 06 Februari 2026
Pencapaian Proyek JETP Tahun Dua Ribu Dua Puluh Enam Perkuat Transisi Energi
- Jumat, 06 Februari 2026
Dewan Energi Nasional Sebut Biodiesel Berperan Strategis Dalam Mewujudkan Swasembada Energi
- Jumat, 06 Februari 2026











.jpeg)
