Rabu, 04 Februari 2026

Dekorasi yang Sebaiknya Tidak Dibeli Menurut Desainer Rumah

Dekorasi yang Sebaiknya Tidak Dibeli Menurut Desainer Rumah
Dekorasi yang Sebaiknya Tidak Dibeli Menurut Desainer Rumah

JAKARTA - Dekorasi yang sebaiknya tidak dibeli menurut desainer rumah menjadi topik penting yang jarang dibahas secara mendalam oleh pemilik rumah atau penyewa hunian. Banyak orang tergoda membeli dekorasi karena tampilannya menarik di toko atau saat melihatnya di media sosial. Namun, menurut para desainer interior profesional, tidak semua dekorasi layak dibeli—beberapa justru dapat mengganggu fungsi ruangan, membebani estetika, bahkan mengacaukan keharmonisan interior secara keseluruhan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam berbagai jenis dekorasi yang dianggap tidak layak dibeli, dilengkapi dengan penjelasan desain, efek psikologis, alternatif yang lebih baik, serta insight dari para desainer rumah ternama.

Mengapa Pemilihan Dekorasi Harus Selektif?

Baca Juga

Desa Wisata Indonesia Kini Menembus Pasar Internasional Dan Tidak Sekadar Jago Kandang

Banyak orang tidak menyadari bahwa pemilihan dekorasi yang kurang tepat bisa berdampak besar terhadap kenyamanan dan keindahan ruang tinggal. Alih-alih mempercantik rumah, dekorasi yang tidak sesuai bisa menimbulkan kesan berantakan, sempit, atau bahkan membuat ruangan terasa dingin dan tidak ramah.

Desainer interior umumnya mempertimbangkan beberapa faktor sebelum memilih dekorasi:

-Skala dan proporsi ruangan

-Fungsi ruang

-Gaya desain yang diusung

-Kebutuhan pengguna ruang

-Pencahayaan alami dan buatan

-Keberlanjutan (sustainability)

Salah satu prinsip penting dalam desain interior adalah “less is more.” Artinya, ruangan yang baik tidak selalu dipenuhi banyak dekorasi, melainkan hanya memuat unsur-unsur penting yang mendukung estetika dan fungsi.

Daftar Dekorasi yang Sebaiknya Tidak Dibeli (Disertai Penjelasan Detail)

Berikut ini adalah 20 jenis dekorasi yang sering dibeli secara impulsif, namun sering disarankan untuk dihindari menurut para desainer rumah profesional:

1. Karya Seni Produksi Massal

Karya seni cetak yang dijual secara massal sering kali terlihat datar, tidak orisinal, dan kurang personal. Selain itu, terlalu umum dan cenderung “murahan” jika dilihat oleh mata yang peka terhadap desain.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BKSAP DPR RI Bahas Peran Kecerdasan Buatan Dalam Menjaga Kedaulatan Pangan Indonesia

BKSAP DPR RI Bahas Peran Kecerdasan Buatan Dalam Menjaga Kedaulatan Pangan Indonesia

Fenomena Gerhana Matahari Cincin Hingga Bocoran Harga Samsung Galaxy S26 Series

Fenomena Gerhana Matahari Cincin Hingga Bocoran Harga Samsung Galaxy S26 Series

Smartwatch Murah Alternatif Xiaomi Dan Alasan Mengapa iPhone Masih Sangat Worth Buying

Smartwatch Murah Alternatif Xiaomi Dan Alasan Mengapa iPhone Masih Sangat Worth Buying

Jadwal Semifinal Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Siap Hadapi Jepang

Jadwal Semifinal Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Siap Hadapi Jepang

Nova Arianto Pilih 28 Pemain Timnas U-17 untuk Hadapi China di Laga Uji Coba

Nova Arianto Pilih 28 Pemain Timnas U-17 untuk Hadapi China di Laga Uji Coba