Insinyur DeepSeek Kritik Seruan Perlambatan AI CEO Anthropic

Penulis: Redaksi
Jumat, 18 September 2026 | 18:01:00 WIB

WARTAFINANSIAL.COM — Liu Shengyu, insinyur pengembang model V4.1 DeepSeek, mengecam seruan perlambatan pengembangan AI yang dilontarkan CEO Anthropic Dario Amodei. Kritik itu muncul menjelang pertemuan Presiden Xi Jinping dan Donald Trump yang diperkirakan berlangsung 24 September, di mana isu keselamatan AI diprediksi jadi salah satu poin pembahasan. Pernyataan Liu menambah panas perselisihan soal siapa yang berhak menetapkan aturan bagi sistem AI paling canggih di dunia.

Liu Shengyu menyatakan ketidakpercayaannya terhadap perusahaan seperti Anthropic atau OpenAI dalam membangun AI mutakhir yang terbuka dan terjangkau. Insinyur DeepSeek itu menuangkan kritiknya lewat unggahan di media sosial, dikutip South China Morning Post, Selasa (15/9).

"Saya terutama tidak ingin Anthropic menguasai AI atau AGI yang paling canggih," tulis Liu.

Analoginya Soal Hitler dan Senjata Nuklir

Liu menganalogikan penguasaan AI tercanggih oleh Anthropic setara dengan Adolf Hitler dan Nazi Jerman yang lebih dulu menggenggam senjata nuklir sebelum Blok Sekutu. AGI sendiri merujuk pada sistem AI yang setara atau melampaui kecerdasan manusia.

Hingga berita ini ditulis, DeepSeek maupun Anthropic belum memberi tanggapan resmi atas pernyataan tersebut.

Seruan Amodei yang Menuai Dua Kutub

Amodei menyerukan agar perusahaan-perusahaan AI memperlambat laju pengembangan dengan alasan keamanan dan keselamatan. Seruan itu disetujui sejumlah nama besar, termasuk CEO OpenAI Sam Altman dan pendiri xAI Elon Musk.

Amodei juga menyarankan Washington mempertahankan pembatasan ekspor chip canggih dan peralatan pembuatan chip ke China. Menurutnya, keunggulan China di bidang AI akan menimbulkan "bahaya besar" bagi Amerika Serikat dan dunia.

Mengapa Pengamat China Curiga pada Motif Seruan Itu

Dongbuyaqiao Research Institute menilai seruan Amodei bisa jadi upaya mendapatkan kendali lebih besar atas aturan industri sebelum regulasi sepenuhnya ditetapkan. Du Hengfeng dari National Business Daily, pada hari yang sama, menulis bahwa keuntungan komersial adalah motivasi utama di balik seruan raksasa teknologi AS soal keamanan dan keselarasan AI.

Respons Tajam Beijing

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyebut kekhawatiran pengembang teknologi AI AS hanya omong kosong. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers pada Senin.

"Tindakan menakut-nakuti (fearmongering), konfrontasi, dan persaingan yang tidak sehat hanya akan menghambat upaya kita menciptakan aturan AI global yang baik, dan hal itu tidak menguntungkan siapa pun," kata Guo.

Pertemuan Xi-Trump Jadi Panggung Berikutnya

Perdebatan ini berlangsung menjelang jadwal pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump yang diperkirakan pada 24 September. Di tengah perlombaan supremasi teknologi, isu keselamatan AI kemungkinan besar masuk dalam agenda pembicaraan kedua pemimpin.

Perselisihan yang memanas menegaskan perbedaan tajam soal bagaimana sistem AI tercanggih dunia harus dikembangkan. Pertanyaannya kini bukan sekadar soal teknologi, melainkan siapa yang berhak menetapkan aturannya.

Reporter: Redaksi