WARTAFINANSIAL.COM — Land Rover resmi memperkenalkan Defender Wolf Series II di pameran industri pertahanan DVD2026 di Inggris, menandai kembalinya varian militer Defender untuk pertama kalinya sejak generasi body-on-frame era 1990-an. Kendaraan ini dibangun di atas platform monokok D7x yang sama dengan Defender sipil, diklaim menghasilkan struktur bodi lebih kaku dan kapasitas muat lebih besar dibanding teknologi ladder frame sebelumnya. JLR belum mengumumkan harga maupun spesifikasi powertrain resminya.
JLR menampilkan jajaran kendaraan taktis dan utilitas militer terbaru mereka di ajang DVD2026, pameran industri pertahanan yang digelar di Inggris. Ini menjadi penampilan resmi pertama Defender versi militer setelah puluhan tahun hanya tersedia dalam wujud SUV sipil mewah.
Langkah ini terbilang unik. Alih-alih mengembangkan kendaraan dari nol, JLR justru "mengembalikan" karakter rugged pada Defender modern yang selama ini dikenal sebagai kendaraan premium.
Tiga Kategori Kendaraan: TMV, M-TMV, dan UV
Kendaraan yang dipamerkan diklasifikasikan dalam tiga kategori berbeda. Pertama, Tactical Mobility Vehicle (TMV), lalu Mono-Tactical Mobility Vehicle (M-TMV), dan Utility Vehicle (UV).
Dari foto-foto yang dirilis JLR, terlihat setidaknya dua bentuk bodi yang berbeda. Ada versi dengan pintu model cage yang tampak seperti kendaraan rekreasi pantai, dan versi pikap single-cab yang sekilas mirip rig ekspedisi serius.
Beberapa unit demo bahkan terlihat memiliki dudukan yang menyerupai mount turret. Meski demikian, fungsi utama kendaraan ini kemungkinan besar lebih ke logistik ketimbang tempur langsung.
Platform D7x Monokok, Bukan Ladder Frame
Land Rover menyebut Wolf Series II dibangun di atas konstruksi monokok D7x milik Defender. JLR mengeklaim pendekatan ini menciptakan struktur bodi lebih kaku untuk menghadapi medan paling ekstrem, sekaligus menambah kapasitas muat dibanding teknologi ladder on frame sebelumnya.
Spesifikasi powertrain dan kapasitas muat belum dibagikan. JLR menyiratkan ada fleksibilitas spesifikasi tergantung kebutuhan masing-masing pengguna.
Pabrikan menyatakan insinyur Defender memegang kendali penuh atas proses rekayasa Wolf Series II. Tujuannya, mengurangi ketergantungan pada OEM pihak ketiga agar kendaraan bisa memenuhi kebutuhan militer secara cepat dan dalam skala besar.
Divisi Khusus untuk Pasar Pertahanan NATO
Merek asal Inggris yang kini dimiliki Tata Motors India ini membentuk departemen militer khusus bernama Defender Defence Division. Divisi ini dibentuk untuk menjual kendaraan seperti Wolf Series II ke organisasi pertahanan NATO.
Land Rover menyebut unit yang dipamerkan sebagai "yang pertama dari banyak varian Defender Wolf Series II yang akan datang". Artinya, akan ada lebih banyak versi menyusul.
Harga kendaraan ini tidak dipublikasikan. Karena dijual ke institusi militer, hampir bisa dipastikan banderolnya jauh di atas Defender sipil yang dijual di dealer.
Peluang Versi Sipil Pikap
Versi pikap dengan bak utilitas menjadi varian yang paling menarik perhatian. Sejumlah pengamat menilai JLR berpeluang besar membuat versi sipilnya, mengingat potensi pasar untuk kendaraan ekspedisi bergaya militer.
Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi soal rencana tersebut. JLR juga belum merinci perbedaan teknis antara Wolf Series II dan Defender sipil yang dijual bebas.
Untuk pasar Indonesia, belum ada informasi apakah kendaraan ini akan dipasarkan atau hanya tersedia untuk keperluan pertahanan negara-negara tertentu.