Lockheed Martin Siap Terbangkan Drone Siluman Vectis Sebelum 2028

Penulis: Redaksi
Jumat, 18 September 2026 | 10:01:00 WIB

WARTAFINANSIAL.COM — Lockheed Martin memastikan drone tempur siluman Vectis masuk tahap produksi sebelum 2028, dengan prototipe pertama dijadwalkan terbang pada 2027. Vectis membawa rudal dan bom di dalam badan pesawat, bukan di sayap, demi menjaga kerahasiaan dari radar. Drone ini menyasar kebutuhan Angkatan Udara AS akan pesawat otonom pendamping jet tempur berawak.

Vectis masuk program Collaborative Combat Aircraft (CCA) Increment 2 milik Angkatan Udara Amerika Serikat. Pesawat ini menyusul kekalahan Lockheed di Increment 1, yang dimenangkan Anduril FQ-42 dan General Atomics FQ-44.

Senjata Disimpan di Dalam Badan Pesawat

Rekaman promosi terbaru Lockheed memperlihatkan Vectis meluncurkan rudal AIM-120 dan bom GBU-53 Small Diameter Bomb II dari kompartemen internal. Menyimpan senjata di dalam badan pesawat mencegahnya terpapar titik tempel eksternal selama misi.

Citra komputer itu juga menampilkan saluran masuk udara yang menjorok dalam di atas badan pesawat. Desain tersebut menandakan perhatian besar pada pengurangan jejak radar.

Ukuran dan Spesifikasi yang Diungkap

Lockheed memamerkan mock-up skala penuh Vectis dengan panjang sekitar 34 kaki dan rentang sayap kurang lebih 38 kaki. Dimensi itu memberi gambaran fisik pesawat, tetapi data propulsi, muatan, dan sistem lain masih dirahasiakan.

Ron Fehlen, wakil presiden sekaligus general manager Skunk Works Lockheed Martin, menyebut desain ini menjawab kebutuhan pelanggan yang menuntut.

"Spesifikasi teknisnya, seperti bisa Anda bayangkan, dirancang untuk memenuhi dan dalam beberapa kasus melampaui kebutuhan pelanggan yang kami ajak bekerja sama, termasuk kebutuhan misi mereka," ujar Fehlen.

Harga Jadi Pertaruhan di Increment 2

Lockheed mengklaim Vectis mampu bertahan, terjangkau, dan luwes untuk berbagai misi. Perusahaan belum membuka proyeksi biaya produksinya.

"Dirancang untuk keterjangkauan dan dibangun untuk daya tahan, pesawat ini memberikan fleksibilitas yang dituntut lingkungan operasional hari ini. Inilah masa depan kekuatan udara, dibangun dengan cara Skunk Works," kata Lockheed.

Penekanan pada biaya muncul setelah Lockheed kalah di Increment 1 karena proposal pesawatnya dinilai lebih mahal. Perusahaan lalu memangkas kompleksitas dan biaya sembari melanjutkan pengembangan pesawat siluman yang lebih canggih.

Ketidakpastian Kebutuhan Angkatan Udara

Persyaratan Increment 2 masih dalam penyusunan, sehingga keseimbangan antara keterjangkauan, daya tahan, dan kemampuan belum final. Kebutuhan Increment 1 sebelumnya menetapkan radius tempur lebih dari 700 mil laut, dan versi berikutnya bisa menuntut performa lebih tinggi.

Biaya yang lebih rendah berpotensi melibatkan fitur siluman sederhana dan mesin berumur pakai pendek lewat metode manufaktur seperti pencetakan 3D. Peran tempur yang lebih berat justru menuntut propulsi mahal, avionik canggih, dan langkah rumit untuk menekan jejak radar.

Kombinasi itu menempatkan Vectis dalam program akuisisi yang syarat teknis dan tingkat biayanya belum tuntas. Lockheed tetap mengejar target produksi sebelum 2028 sambil menunggu kejelasan dari Angkatan Udara AS.

Reporter: Redaksi