WARTAFINANSIAL.COM — OpenAI mulai menguji Sponsored Agents, agen iklan berbasis bot yang bisa diajak berbelanja langsung di dalam ChatGPT. Fitur ini menyasar pengguna di Amerika Serikat lebih dulu lewat sejumlah pengiklan terpilih yang sudah memakai platform iklan OpenAI. Langkah tersebut menandai babak baru monetisasi ChatGPT, sekaligus mengubah cara merek mendekati calon pembeli tanpa perlu keluar dari ruang percakapan.

OpenAI mengumumkan pengujian Sponsored Agents pada Rabu, dengan menggandeng sejumlah pengiklan di Amerika Serikat yang sebelumnya sudah memasang konten bersponsor di ChatGPT. Agen ini memungkinkan pengguna memulai percakapan berlabel jelas dengan bot yang dibiayai sebuah bisnis, lalu mengajukan pertanyaan lanjutan sebelum diarahkan ke situs resmi pengiklan.

Meski memakai label "agent", bentuknya lebih mirip chatbot konten bersponsor yang biasa muncul di situs perusahaan. Bedanya, kali ini bot itu hidup di dalam ChatGPT, bukan di halaman web pengiklan.

Percakapan Berbayar di Dalam Ruang Obrolan

Menurut penjelasan OpenAI, pengguna yang melihat iklan relevan bisa memilih untuk memulai percakapan dengan agen bersponsor. Pengguna dapat menjelaskan kebutuhannya, mengajukan pertanyaan susulan, dan mengikuti tautan ke situs bisnis ketika siap mengambil langkah berikutnya.

Video singkat yang disertakan dalam pengumuman menampilkan seorang pengguna meminta resep masakan. Alih-alih mendapat resep, ia diarahkan ke iklan langganan kotak makan (meal kit) dan diberi tahu tak perlu repot merencanakan menu. Agen dari perusahaan meal kit itu lantas menawarkan pilihan paket yang paling cepat disiapkan untuk makan malam di hari kerja.

"Setelah melihat iklan yang relevan, pengguna dapat memilih untuk memulai percakapan berlabel jelas dengan agen bersponsor bisnis di ChatGPT," demikian bunyi pengumuman OpenAI.

Bagi pelaku usaha, OpenAI menyebut fitur ini sebagai peluang membantu calon pelanggan menelusuri penawaran lewat percakapan yang dipersonalisasi.

Alat Iklan Baru untuk Pengiklan

OpenAI juga memperkenalkan sejumlah alat periklanan lain bersamaan dengan Sponsored Agents. Salah satunya plugin Ads Manager yang memungkinkan pengiklan membuat, memperbarui, dan menganalisis kampanye langsung di ChatGPT hanya dengan perintah bahasa alami.

Saat menyusun iklan, pengiklan kini bisa menerima saran teks dan gambar berdasarkan halaman tujuan serta tujuan kampanye mereka. Artinya, pekerjaan menyusun materi iklan yang nantinya disisipkan ke ChatGPT bisa dikerjakan ChatGPT sendiri.

Pengguna HubSpot dan pedagang Shopify juga mendapat koneksi iklan ChatGPT baru. Koneksi ini membuka jalan bagi lebih banyak bisnis menempatkan iklan di depan lebih banyak pengguna ChatGPT.

"Peluncuran ini mencerminkan cara kami membangun platform periklanan dengan AI sebagai pusatnya," kata OpenAI.

Dampak bagi Pengguna dan Pasar Iklan Digital

Langkah OpenAI ini memperkuat posisi ChatGPT sebagai kanal iklan, bukan sekadar alat bantu percakapan. Model bisnisnya mendekati mesin pencari: pengguna datang mencari jawaban, lalu disodori penawaran komersial di tengah proses itu.

Bagi pengguna di luar Amerika Serikat, termasuk Indonesia, fitur ini belum tersedia. Namun arah kebijakan OpenAI biasanya menular ke pasar lain setelah pengujian di AS matang, sehingga pola iklan dalam chatbot berpotensi jadi standar baru layanan AI generatif.

Pertanyaannya, seberapa jauh pengguna menerima percakapan yang berubah jadi etalase. Pengalaman chatbot layanan pelanggan di situs perusahaan sering dianggap mengganggu karena muncul tanpa diminta. OpenAI tampaknya mencoba membungkusnya sebagai percakapan yang relevan dan berlabel jelas, meski batas antara bantuan dan jualan tetap tipis.

Yang jelas, OpenAI kini menjual akses ke perhatian pengguna ChatGPT secara lebih langsung. Bagi industri periklanan digital, ini pesaing baru yang menguasai salah satu ruang percakapan paling cepat tumbuh di internet.

Reporter: Redaksi