Rincian Banderol Emas Terbang 1 Persen Tetapi Risiko Tinggi Mengintai!

Rincian Banderol Emas Terbang 1 Persen (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 10 September 2026 | 10:47:28 WIB

JAKARTA - Banderol emas terangkat melebihi 1% dalam perdagangan Rabu (9/9/2026) tetapi diperkirakan menemu banyak tantangan hari ini.

Mengacu Refinitiv, banderol emas ditutup pada posisi US$4400,49 per troy ons atau melesat 1,06% dalam perdagangan Rabu (9/9/2026).

Lompatan ini memutus tren negatif emas yang anjlok tiga hari berturut-turut sebesar 2,7%.

Banderol emas mulai menyusut pada hari ini.

Pada Kamis (10/9/2026) pukul 06.47 WIB, banderol emas terdepresiasi 0,16% pada US$ 4393,28 per troy ons.

"Pasar emas mendapat sedikit dukungan karena dolar AS belakangan ini berada di bawah tekanan," kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, dari Sumbernya.

Dolar AS bertahan pada kisaran level terendah dalam kurun dua minggu.

Situasi ini membuat emas yang dinilai dalam dolar menjadi kian murah bagi para pemegang mata uang lainnya.

Pelaku pasar juga mencermati banderol minyak yang melampaui US$100 per barel di tengah semakin meluasnya krisis di Timur Tengah.

Namun, dolar AS mulai merangkak naik lagi hari ini.

Situasi ini dapat membuat emas tertekan sebagaimana yang telah terjadi pada pagi hari ini.

Indeks dolar AS yang semula melemah pada 98,78 dalam perdagangan kemarin, telah bergerak menanjak pada 98,82.

Maksudnya, banderol emas semakin mahal bagi para pemegang mata uang lainnya.

Kenaikan imbal hasil US Treasury juga dapat membuat emas tertekan lantaran emas tidak memberikan imbal hasil.

Andaikata dolar AS serta imbal hasil US Treasury terus menanjak maka emas semakin tidak menarik.

"Lonjakan harga minyak kali ini memberikan dorongan inflasi. Namun penyebabnya, yakni kenaikan biaya angkutan dan gangguan rantai pasok, mendorong kenaikan imbal hasil obligasi karena kebijakan moneter kini lebih berfokus pada pengendalian inflasi dibandingkan sebelumnya," kata Rhona O'Connell, Kepala Analisis Pasar di StoneX.

Pelaku pasar sekarang menanti data Producer Price Index (PPI) AS pada Kamis serta data inflasi konsumen pada Jumat.

Kedua data tersebut hendak menjadi penunjuk untuk pasar mengenai tindakan The Fed dalam merespons tekanan harga.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan kira-kira 60% peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan The Fed minggu depan.

Banderol perak juga terangkat kemarin tetapi tertekan pagi ini.

Mengacu Refinitiv, banderol perak ditutup pada posisi US$ 67,29 per troy ons atau melejit 2,3% dalam perdagangan Rabu (9/9/2026).

Lompatan ini memutus tren negatif emas yang anjlok tiga hari berturut-turut sebesar 1,8%.

Pada Kamis (10/9/2026) pukul 06.47 WIB, banderol perak terkoreksi 0,18% pada US$ 67,15 per troy ons.

Reporter: Moch Febrianto