Bank Indonesia Terus Memperkuat Transaksi Mata Uang Lokal Jaga Rupiah

Bank Indonesia Terus Memperkuat Transaksi Mata Uang (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 10 September 2026 | 10:47:28 WIB

JAKARTA - Bank Indonesia terus memperkokoh transaksi mata uang lokal dengan negara mitra sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan kestabilan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global serta dinamika geopolitik.

Dalam diskusi yang diadakan Kementerian PPN/Bappenas dan Asian Development Bank Institute di Jakarta, Rabu, Kepala Grup Makroekonomi, Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Bank Indonesia Jardine A Husman menjelaskan pengembangan transaksi mata uang lokal dilaksanakan untuk mendiversifikasi transaksi internasional agar tak cuma bergantung pada dolar Amerika Serikat.

Berdasarkan penjelasannya, peningkatan transaksi mata uang lokal menjadi bagian dari langkah otoritas moneter memperdalam pasar uang dan valuta asing sekaligus memperkuat ketahanan sektor eksternal Indonesia.

Indonesia telah menjalin kerja sama dalam penerapan transaksi mata uang lokal bersama beberapa negara mitra, di antaranya Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, Uni Emirat Arab dan Singapura.

Di samping memperkuat transaksi mata uang lokal, Jardine menjelaskan otoritas moneter mengambil beberapa kebijakan demi menjaga kestabilan rupiah, termasuk menjalankan intervensi valuta asing pada pasar domestik maupun luar negeri, mengukur ulang suku bunga, serta memaksimalkan instrumen moneter guna menarik aliran modal luar negeri.

Salah satunya lewat optimalisasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia guna menarik aliran portofolio asing, mempertahankan kestabilan rupiah, sekaligus menyediakan likuiditas yang cukup.

Otoritas moneter pun menjaga kecukupan likuiditas pada pasar uang serta sistem perbankan, serta memperketat pengawasan terhadap transaksi pembelian dolar Amerika Serikat dalam jumlah besar.

Guna mendukung produktivitas serta pertumbuhan ekonomi, Jardine menyampaikan otoritas moneter juga berkoordinasi erat bersama pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan.

“Kami berkoordinasi sangat erat dengan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan. Kami membeli surat berharga pemerintah di pasar sekunder untuk menyediakan likuiditas yang memadai bagi pasar,” katanya dari Sumbernya.

Selain pembelian surat berharga pemerintah pada pasar sekunder, otoritas moneter memperkuat kebijakan insentif likuiditas makrofinansial guna mendukung fungsi intermediasi perbankan serta mendorong penyaluran kredit pada sektor riil.

Otoritas moneter juga mempercepat digitalisasi sistem pembayaran lewat sinergi bersama berbagai pemangku kepentingan guna mendorong perkembangan ekonomi digital Indonesia.

Lebih jauh, Jardine menyebutkan cadangan devisa Indonesia tetap berada di tingkat yang cukup, yakni sebesar 146,5 miliar dolar Amerika Serikat atau sebanding dengan 5,4 bulan impor. Angka tersebut ada di atas standar kecukupan internasional berkisar tiga bulan impor.

Jardine menyatakan kondisi global masih dipenuhi tantangan, ditandai lewat pertumbuhan ekonomi yang cenderung lemah serta inflasi yang tetap persisten, kebijakan moneter yang ketat, dan arus modal menuju negara-negara berkembang yang masih terbatas.

Namun, di tengah kondisi itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilainya tetap tangguh. Posisi eksternal Indonesia masih terjaga, sedangkan inflasi tetap terkontrol. Kondisi ini turut disokong oleh transformasi digital yang terus berjalan.

Ia menegaskan bauran kebijakan otoritas moneter yang meliputi kebijakan moneter guna menjaga stabilitas dan kebijakan lainnya guna mendukung pertumbuhan terus diperkokoh lewat koordinasi erat bersama pemerintah serta otoritas terkait.

“Hal ini sangat penting bagi kami untuk menjaga stabilitas sekaligus secara bersamaan mendukung pertumbuhan ekonomi,” tutur Jardine.

Reporter: Moch Febrianto