WARTAFINANSIAL.COM — Bursa saham domestik berbalik hijau pada Kamis (3/9/2026). IHSG ditutup menguat 72,11 poin ke level 6.667,89, membalikkan pelemahan tipis pada sesi sebelumnya. Indeks bergerak di rentang 6.614,71 hingga 6.681,84 sepanjang perdagangan.
Aktivitas transaksi tercatat ramai. Nilai perdagangan mencapai Rp18,64 triliun dengan volume 40,79 miliar saham dan frekuensi 2,5 juta kali transaksi. Nyaris seluruh sektor menghijau, dipimpin properti, konsumer primer, dan barang baku. Hanya konsumer non primer dan kesehatan yang melemah.
Asing Masuk Rp1 Triliun, Bank BUMN Jadi Target
Investor asing kembali mengakumulasi saham domestik. Data IDX Mobile mencatat net foreign buy mencapai Rp1,11 triliun di pasar reguler, atau Rp1,07 triliun di seluruh pasar. Sinyal ini mengonfirmasi kepercayaan asing terhadap pasar modal Indonesia yang sempat keluar dalam beberapa pekan terakhir.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi primadona dengan net buy Rp471,38 miliar dari total transaksi asing Rp1,04 triliun. Saudara BUMN-nya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), turut diborong dengan net buy Rp87,40 miliar dari total transaksi Rp176,42 miliar.
Kedua bank pelat merah bukan satu-satunya sasaran. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatat net buy Rp207,10 miliar, disusul PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) Rp131,92 miliar, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Rp108,95 miliar.
Sinyal Bank Indonesia Jadi Pemicu
Derasnya pembelian asing tidak lepas dari pernyataan Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti. Ia menegaskan prioritas stabilitas ekonomi untuk periode 2026-2031, yang dibaca pasar sebagai jaminan kebijakan moneter terukur di tengah ketidakpastian global.
Saham perbankan menjadi barometer utama keyakinan investor terhadap fundamental ekonomi. Kinerja solid dan prospek kredit yang tumbuh membuat valuasi bank BUMN dinilai masih menarik dibandingkan potensi keuntungannya.
Daftar Saham Lain yang Diburu Asing
Asing juga mengakumulasi saham di sektor komoditas dan industri. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) diborong Rp95,05 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) Rp94,04 miliar, dan PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) Rp83,19 miliar.
PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) melengkapi daftar dengan net buy masing-masing Rp64,17 miliar dan Rp57,20 miliar. Penguatan IHSG yang diiringi aliran modal asing menegaskan daya tarik pasar saham Indonesia di mata investor global. Namun, ketegangan geopolitik dan kenaikan imbal hasil obligasi dunia tetap menjadi risiko yang bisa mengubah arah aliran dana secara cepat.