BCA Dampingi 5.000 UMKM Go Global Bidik Potensi Ekspor Rp110,9 Miliar

BCA Dampingi 5.000 UMKM (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 03 September 2026 | 13:04:45 WIB

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah binaannya memperluas pasar hingga ke luar negeri.

Saat ini, lebih dari 5.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah telah mendapatkan pendampingan melalui program Bakti BCA.

Potensi nilai ekspor usaha mikro, kecil, dan menengah binaan tersebut mencapai Rp 110,9 miliar.

Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono mengatakan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah membutuhkan pendampingan yang mencakup peningkatan kapasitas hingga perluasan akses pasar.

“Pengembangan desa wisata dan UMKM membutuhkan kolaborasi yang konsisten antara berbagai pihak. Mulai dari penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan produk, hingga perluasan akses pasar,” ujar Antonius dalam keterangannya, Senin (30/8/2026).

Pendampingan tersebut dilakukan melalui program Desa Bakti BCA, yang menjadi bagian dari payung creating shared value Bakti BCA.

Program ini mencakup peningkatan kapasitas pelaku usaha dan perluasan akses pasar.

Tujuannya, meningkatkan daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

BCA saat ini membina 28 desa di berbagai wilayah Indonesia.

Pembinaan mencakup pengembangan desa wisata, usaha mikro, kecil, dan menengah di desa, hingga revitalisasi kebun kopi.

Dalam program tersebut, BCA menyediakan hampir 200 jenis modul pembinaan bagi komunitas masyarakat desa.

Materi pembinaan diarahkan untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusia, memperkuat kelembagaan, dan membuka akses pasar.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, peningkatan kapasitas dan jejaring menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah dan ekonomi desa.

“Desa Bakti BCA Community Forum menjadi ruang bagi kami untuk terus belajar bersama, mengevaluasi program, dan memperkuat kapasitas para penggerak desa wisata maupun pelaku UMKM,” ujarnya. “Di tengah perubahan yang berlangsung cepat, kami ingin memastikan masyarakat di desa memiliki kemampuan, pengetahuan, dan jejaring untuk mengembangkan potensi daerahnya secara berkelanjutan,” lanjut Hera.

Selain membuka akses pasar global, program Bakti BCA juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

Berdasarkan data perusahaan, program pemberdayaan tersebut telah menyerap 1.593 tenaga kerja di desa binaan.

BCA menilai pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah perlu dilakukan melalui peningkatan kemampuan pelaku usaha dan pembukaan akses pasar.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan skala usaha dan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Upaya tersebut juga diperkuat melalui Desa Bakti BCA Community Forum 2026 yang digelar pada 25-27 Agustus 2026.

Forum tersebut mempertemukan pengurus desa binaan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, pemerintah, dan mitra.

Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, meningkatkan kompetensi, dan mencari peluang kolaborasi.

“Kami ingin memastikan masyarakat di desa memiliki kemampuan, pengetahuan, dan jejaring untuk mengembangkan potensi daerahnya secara berkelanjutan,” ujar Hera.

BCA berharap pendampingan tersebut membuat semakin banyak usaha mikro, kecil, dan menengah meningkatkan skala usaha dan memperluas pasar hingga ke luar negeri.

“Kami berharap, kedepan akan semakin banyak UMKM binaan yang bisa meningkatkan skala usaha dan memperluas pasar hingga ke go international,” tegas Hera.

Reporter: Moch Febrianto