WARTAFINANSIAL.COM — Rutinitas olahraga di usia lanjut seringkali dianggap berisiko. Namun, Mary Coroneos, warga Norwalk, Connecticut, Amerika Serikat, menunjukkan pendekatan berbeda. Di usianya yang ke-100 tahun, ia justru rutin mengangkat beban dan menarik tali resistensi di pusat kebugaran The Edge Fitness Club.
Program latihan yang dijalaninya bersama pelatih pribadi ini berfokus pada penguatan lengan, kaki, dan otot inti. Bagi Mary, aktivitas fisik ini bukan sekadar rutinitas, melainkan tantangan yang memberi kepuasan tersendiri.
Mengapa Latihan Beban Penting untuk Lansia?
Keputusan Mary untuk terus berolahraga bukan tanpa alasan. Putrinya, Athena Coroneos, menegaskan bahwa kekuatan otot inti dan kaki adalah kunci utama agar sang ibu bisa tetap bangun dan beraktivitas mandiri tanpa bantuan orang lain.
“Jika otot inti dan kaki Anda kuat, kemungkinan jatuh—yang tinggi pada kelompok usianya—berkurang drastis,” kata Athena.
Latihan yang dijalani Mary mencakup gerakan sederhana namun efektif, seperti leg extensions, gerakan duduk-berdiri, hingga latihan menekan kaki dengan beban ringan. Fokus utamanya adalah menjaga fungsi tubuh dasar agar tetap prima.
Kombinasi Pola Makan dan Gaya Hidup Aktif
Selain olahraga, Mary menerapkan pola makan yang telah dijaganya sejak muda. Keluarganya terbiasa mengonsumsi banyak sayuran dan membatasi daging. Kebiasaan ini disebut sebagai salah satu fondasi kesehatannya hingga kini.
“Saya meminta para pelatih untuk mendorongnya karena saya ingin otot inti dan kakinya kuat, karena itulah cara dia bisa bangun dan beraktivitas,” kata Athena.
Menariknya, Mary tidak sepenuhnya menghindari makanan favorit. Ia tetap menikmati hidangan penutup seperti tiramisu, es krim, atau root beer float. Ia juga gemar mengonsumsi sup karena dianggap bergizi dan membantu menjaga hidrasi tubuh.
Menjaga Pikiran Tetap Tajam dan Terhubung
Umur panjang Mary tidak hanya ditopang oleh kesehatan fisik. Ia dikenal sebagai sosok yang mandiri dan memiliki rasa ingin tahu tinggi. Mary pensiun di usia 70-an, namun tetap bekerja sebagai guru pengganti hingga usia 90-an dan masih mengendarai mobil sendiri sampai usia 95 tahun.
“Dia sangat kompetitif. Dia suka menang, bahkan sampai hari ini,” ujar Athena.
Selain aktif secara fisik, Mary juga menjaga kesehatan mentalnya dengan gemar membaca dan mengikuti perkembangan berita. Ia juga menekankan pentingnya hubungan sosial dan keimanan sebagai pilar utama dalam menjalani hidup panjang.
“Penghalang besar bagi umur panjang adalah isolasi, depresi, dan kurangnya tujuan hidup. Dia senang berada di sekitar orang muda karena itu penuh vitalitas,” tambah Athena.
Kisah Mary menjadi pengingat bahwa tubuh manusia dirancang untuk terus bergerak. Memulai aktivitas fisik ringan dan menjaga pola makan seimbang bisa menjadi langkah awal untuk menua dengan lebih sehat, terlepas dari usia.