WARTAFINANSIAL.COM — Musim kemarau yang diprediksi BMKG berlangsung hingga September 2026 menjadi mimpi buruk bagi sejumlah kawasan konservasi. Data yang dihimpun dari berbagai sumber, Jumat (28/8), mencatat ribuan hektare lahan hangus dan akses wisata terhenti di beberapa gunung populer Indonesia.
Bromo Semeru: Ribuan Hektare Terbakar, Pendakian Ditutup
Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadi wilayah terdampak terluas. Total lahan yang terbakar sepanjang Agustus 2026 mencapai 1.120,3 hektare. Api pertama kali muncul pada Senin (3/8) dan kembali membara di kawasan Mendongan, Pasuruan, pada Kamis (27/8).
Balai TNBTS sempat menutup seluruh akses wisata Bromo pada 8 Agustus dan membukanya kembali 12 hari kemudian. Namun, kebakaran yang melanda Blok Ranu Kembang memaksa pengelola menutup jalur pendakian Gunung Semeru mulai 26 Agustus. Penutupan dilakukan untuk mendukung pemadaman dan evakuasi pengunjung yang masih berada di kawasan.
Gede Pangrango dan Ciremai: Semak Kering Mempercepat Api
Di Jawa Barat, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mencatat kebakaran sejak Jumat (7/8) di sekitar Kawah Wadon. Luas area terdampak mencapai 20 hektare, termasuk kawasan Alun-Alun Suryakencana yang kerap dijadikan lokasi berkemah. Petugas bersama warga membuat sekat bakar untuk mencegah api meluas.
Sementara itu, Gunung Ciremai mengalami kebakaran lebih awal, yakni sejak Selasa (21/7). Medan terjal dan embusan angin kencang membuat api cepat membesar hingga menghanguskan 14,9 hektare lahan. Petugas sempat menggunakan ranting basah sebelum peralatan khusus seperti jet shooter tiba di lokasi.
Rinjani dan Tambora: NTB Ikut Terdampak
Gunung Rinjani di Lombok Timur dilanda kebakaran pada Jumat (7/8) sore. Api muncul di perbatasan kawasan taman nasional dengan lahan warga di Desa Sembalun, membakar sekitar 30 hektare lahan. Tim gabungan baru berhasil memadamkan api pada Sabtu (8/8) dini hari setelah berjuang melawan medan yang sulit dijangkau.
Kasus terbesar di Nusa Tenggara Barat terjadi di Taman Nasional Tambora. Padang savana seluas 1.956 hektare hangus sejak Minggu (5/7). Vegetasi savana yang mudah terbakar dan keterbatasan sumber air menjadi kendala utama. Kementerian Kehutanan menerjunkan tim Manggala Agni untuk menekan penyebaran api.
Hingga akhir Agustus, sejumlah kawasan masih dalam tahap pemantauan. Pengelola taman nasional belum memastikan kapan jalur pendakian akan dibuka kembali, mengingat kondisi vegetasi dan potensi titik api yang masih tersisa.