WARTAFINANSIAL.COM — Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB saat tiga penghuni rumah sedang berada di dalam. Korban yang terdiri dari asisten rumah tangga berinisial N (50), balita AM (4), dan bayi AN (6 bulan) langsung dilarikan ke RS Hermina Banyumanik untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, nyawa bayi AN tak tertolong akibat luka bakar yang dideritanya.

Dua Korban Lain Masih Dirawat Intensif

Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky Prasetyo, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan warga untuk mengamankan area dan memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.

“Begitu menerima laporan, anggota langsung mendatangi lokasi untuk memastikan situasi aman, melakukan pengecekan awal, mendata korban dan saksi, serta berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat, khususnya korban yang membutuhkan pertolongan,” ujar Kompol Hengky, Jumat (28/8/2026).

Hingga berita ini diturunkan, kondisi asisten rumah tangga dan balita AM masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Keduanya mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang berbeda akibat ledakan yang cukup kuat di bagian dapur rumah.

Ledakan Gas Elpiji Diduga Jadi Pemicu Kebakaran

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, api pertama kali terlihat berasal dari area dapur. Petugas menduga kuat kebocoran selang atau regulator tabung gas elpiji menjadi penyebab utama ledakan yang kemudian memicu kebakaran besar dengan cepat.

Material dapur yang mudah terbakar membuat api menjalar lebih cepat ke bagian rumah lainnya. Warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal langsung berupaya membantu memadamkan api dengan alat seadanya sebelum tim pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Imbauan Keselamatan Penggunaan Gas Rumah Tangga

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin instalasi gas di rumah. Kebocoran gas sering kali tidak terdeteksi karena tidak berbau menyengat jika konsentrasinya masih rendah, namun bisa memicu ledakan saat bersentuhan dengan percikan api.

Masyarakat diimbau untuk rutin mengecek kondisi selang dan regulator tabung gas, memastikan ventilasi dapur cukup baik, serta tidak menyalakan peralatan elektronik saat mencium aroma gas. Langkah sederhana ini bisa mencegah tragedi serupa terulang kembali.

Kebakaran di Banyumanik ini menambah daftar panjang insiden ledakan gas rumah tangga yang kerap terjadi di Indonesia. Berbeda dengan kebakaran akibat korsleting listrik yang penyebarannya lebih lambat, ledakan gas cenderung terjadi mendadak dan meninggalkan kerusakan yang lebih parah, terutama bagi anak-anak yang berada di dekat sumber api.

Reporter: Redaksi