WARTAFINANSIAL.COM — Visi besar yang diusung Destry adalah menjadikan BI sebagai lembaga yang tetap relevan di tengah dinamika ekonomi global dan nasional. Ia menegaskan bahwa kredibilitas bank sentral dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan menjadi kunci utama.

"Visi kami adalah menjadikan Bank Indonesia sebagai lembaga yang tetap relevan dalam merespon tantangan serta kredibel dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ujarnya di hadapan Komisi XI DPR RI.

Fondasi Stabilitas untuk Pertumbuhan

Misi pertama yang ditekankan Destry adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sistem pembayaran, dan sistem keuangan. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar mandat, melainkan fondasi utama agar roda ekonomi bisa berputar dengan sehat dan berkelanjutan.

"Misi pertama ini sesuai dengan mandat Bank Indonesia, yaitu mencapai stabilitas nilai rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut serta menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," jelasnya.

Adapun misi kedua, Destry memastikan BI akan terus berkontribusi aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Ia menyebut misi ini terintegrasi erat dengan langkah pertama, di mana kepastian berusaha yang tercipta dari stabilitas akan menjadi daya tarik bagi investasi dan aktivitas ekonomi.

Sinergi Merah Putih untuk Target 2045

Misi ketiga yang diusung adalah memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan melalui program yang disebut Sinergi Merah Putih. Langkah ini dinilai krusial untuk merespons tantangan ekonomi yang masih kuat, sekaligus mengarahkan seluruh kebijakan pada target Indonesia Emas 2045.

"Misi ketiga adalah memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui Sinergi Merah Putih. Misi ini menegaskan bahwa Bank Indonesia akan melakukan koordinasi erat dengan pemerintah, otoritas, dan berbagai pihak dalam merespon tantangan yang masih kuat dan mencapai tujuan Indonesia 2045," pungkasnya.

Sebagai informasi, Destry Damayanti merupakan calon tunggal yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto melalui Surat Presiden (Surpres). Saat ini, ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior sekaligus Pejabat Gubernur Sementara (Pgs) BI, sehingga telah memahami secara mendalam operasional dan tantangan yang dihadapi bank sentral.

Reporter: Redaksi