DLH Bangka Menggandeng BNI Simpan Dana Hasil Penjualan Sampah Pelajar
SUNGAILIAT - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merangkul Bank Nasional Indonesia (BNI) untuk penampungan dana hasil penjualan sampah yang dihimpun para siswa di wilayah tersebut.
Kepala DLH Kabupaten Bangka Boy Yandra di Sungailiat, Senin, menjelaskan pihaknya memang sengaja menggaet BNI sebagai institusi penyimpanan keuangan milik negara dari transaksi penjualan sampah yang dihimpun oleh murid di sekolah.
"Sampah non-organik seperti botol plastik bekas minuman, kertas, besi yang dikumpulkan oleh siswa di masing-masing sekolah, akan dijual baik langsung ke pengumpul barang bekas atau ke bank sampah di DLH yang sudah kami sediakan," kata dia.
Apabila sampah non-organik tersebut dilepas ke bank sampah milik DLH, tutur dia, patokan harga tiap-tiap tipe barang telah diputuskan oleh pemerintah daerah.
Mengenai sampah tipe plastik, DLH menawar terendah Rp500 per kilogram serta nilai tertinggi Rp4.000 per kilogram, contohnya tipe plastik penutup galon, sedangkan sampah kaleng dibeli dengan patokan terendah Rp1.500 per kilogram dan tarif tertinggi kategori sampah kaleng material aluminium dibeli Rp12.000 per kilogram.
Sampah material kertas dihargai paling rendah Rp300 per kilogram serta jenis limbah kertas HVS putih dibeli seharga Rp1.400 per kilogram.
Ia menuturkan sampah yang telah dihimpun oleh para murid di sekolah bakal dijemput oleh petugas kebersihan yang sudah ditunjuk.
Saban sampah non-organik dari sekolah bakal diberi tanda agar tidak keliru dengan sampah kepunyaan sekolah lainnya.
"Hasil penjualan sampah non-organik akan disimpan di BNI dengan atas nama rekening masing-masing sekolah. Dana simpanan dari penjualan sampah dapat digunakan kembali oleh pihak sekolah untuk kegiatan siswa," kata Boy Yandra.
Ia menyampaikan agenda ini melatih siswa di sekolah bahwa limbah non-organik bisa didayagunakan untuk menambah penghasilan, melatih siswa tertib merawat kebersihan lingkungan, serta mengedukasi siswa memilah sampah dari Sumbernya.