Rincian Update Harga Perak Antam Terbaru 14 Agustus 2026 Turun Rp 900/G

Rincian Update Harga Perak Antam (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Jumat, 14 Agustus 2026 | 12:47:03 WIB

JAKARTA - Nilai perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tergerus pada sesi transaksi Jumat (14/8/2026).

Nilai perak Antam hari ini yang melemah merembet dari nilai emas Antam.

Sama halnya nilai perak global yang melemah.

Mengutip laman logammulia.com, nilai perak Antam hari ini berkurang Rp 900 menjadi Rp 43.050.

Pada sesi transaksi sebelumnya, nilai perak Antam dipatok Rp 43.950.

Antam menyediakan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%.

Nilai perak batangan 250 gram dijual Rp 11.287.500 dan perak batangan 500 gram dipatok Rp 21.650.000 per gram.

Lantas seperti apa nilai emas global?

Mengutip tradingeconomic.com, nilai perak global susut 0,62% menjadi US$ 64.02.

Nilai perak tergerus di bawah $64 per ons pada hari Jumat, melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya sewaktu para pemodal melancarkan tindakan mengambil keuntungan sembari memantau prospek kebijakan Federal Reserve dan perkembangan keadaan di Timur Tengah.

Capaian yang dipublikasikan pada Kamis memperlihatkan nilai produsen inti AS bertambah lebih rendah dari dugaan pada Juli.

Peristiwa ini menyajikan bukti tambahan beban inflasi tidak bertambah secara meluas, mengekor laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) yang memperlihatkan angka moderat pada Rabu.

Capaian nilai yang lebih rendah ini meredakan beban untuk The Fed guna mendongkrak suku bunga dalam waktu dekat, di mana bursa kini mengestimasi terdapatnya peluang sekitar 35% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, menyusut dari 55% pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, langkah diplomasi untuk membuka kembali Selat Hormuz masih menjumpai jalan buntu, sehingga pemodal tetap bersikap waspada pada potensi risiko eskalasi yang mampu mendorong penguatan nilai energi dan memicu kembali beban inflasi.

Sebelumnya, nilai emas dunia terperosok mendekati 1% pada Kamis, 13 Agustus 2026 (Jumat pagi Jakarta).

Koreksi nilai emas dunia terjadi beriringan pemodal mengamankan keuntungan setelah nilai sempat menggapai tingkatan tertinggi dalam dua bulan.

Hal ini mengekor capaian inflasi Amerika Serikat (AS) yang sesuai dugaan yang menahan prediksi penguatan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS bulan depan.

Mengutip nilai emas spot susut 0,9% menjadi US$ 4.366,38 per ons.

Sebelumnya dalam sesi transaksi itu, nilai emas sempat menyentuh tingkatan tertinggi sejak 5 Juni di US$ 4.449,39.

Kontrak berjangka emas AS tergerus 1% menjadi US$ 4.423,60.

"Level 4.500 merupakan titik resistensi yang kuat bagi emas. Harga sempat menyentuhnya dua kali dan kemudian anjlok dari titik tersebut; saat ini, para pedagang merasa waswas saat harga mendekati level 4.500," ujar Senior Market Strategist StoneX, Bob Haberkorn.

Indeks Harga Produsen (PPI) AS tercatat tidak berubah pada Juli lantaran perlemahan nilai barang mengimbangi peningkatan biaya jasa, yang mengindikasikan beban inflasi mungkin masih akan berlanjut.

Capaian tersebut mengekor laporan nilai konsumen pada Rabu, yang memperlihatkan inflasi AS terangkat 3,4% dalam rentang 12 bulan hingga Juli menyusut dari 3,5% pada Juni dan sesuai dengan prediksi para pakar ekonomi.

Bursa kini mengalkulasikan peluang sebesar 34% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan September, menyusut dari 40% sesaat usai capaian PPI dipublikasikan, menurut CME FedWatch Tool.

Para pengambil acuan kebijakan The Fed besar kemungkinan tidak merasa butuh mendesak menaikkan suku bunga bulan depan setelah inflasi melambat selama dua bulan berturut-turut.

Namun, pada Rabu, Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, menegaskan kembali perlunya menaikkan suku bunga "saat ini juga".

Suku bunga yang lebih rendah menekan biaya imbal (opportunity cost) dari pemilikan emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

"(Harga emas) sempat melonjak cukup signifikan sebesar 9% dalam seminggu didorong oleh pembelian dari Tiongkok dan sektor ritel; kini terlihat adanya aksi ambil untung di sekitar level rata-rata pergerakan (moving average) 100 hari," kata analis independen Tai Wong.

Sementara itu, nilai minyak tergerus pada Kamis lantaran pemodal menimbang prospek permintaan global yang lebih loyo tahun ini di tengah kendala pasokan.

Reporter: Moch Febrianto