Penutupan Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 Dorong Ekonomi Perbatasan
KUPANG - Deretan Agenda Garuda Sakti (Gerakan Rupiah Berdaulat di Daerah Perbatasan Negeri) Cross Border Fest 2026 formal ditutup lewat malam penutupan (closing ceremony) yang diselenggarakan di Atambua, Kabupaten Belu, Wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu malam.
Acara yang dilaksanakan mulai tanggal 4 hingga 8 Agustus 2026 ini jadi bentuk kerja sama dalam mengukuhkan kedaulatan Rupiah sekaligus memicu laju ekonomi area perbatasan lewat edukasi, kebudayaan, pembinaan UMKM, serta digitalisasi transaksi.
Di malam Closing Ceremony Garuda Sakti Cross Border Fest 2026, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah NTT, Alfin Ari Wijayanto menegaskan bahwa "Kegiatan ini merupakan wujud nyata “BI Bermakna” yang terus bersinergi untuk memperkuat kedaulatan ekonomi bangsa di wilayah batas negara. Keberhasilan kegiatan ini tentu tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi yang luar biasa dari seluruh pihak yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah sehingga rangkaian kegiatan ini dapat terselenggara dengan aman dan tertib."
Ketua Tim Event Internasional Kementerian Pariwisata RI, Arya Galih Anindita menyampaikan ucapan selamat kepada segenap peserta atas capaian, semangat serta sportivitas dalam mengikutsertakan diri pada seluruh deretan kompetisi.
Diharapkan ajang ini tidak sekadar menjadi sarana hiburan yang menyedot khalayak namun menjadi wadah edukasi dan tempat kreasi untuk UMKM setempat sehingga sanggup memberi dampak positif untuk warga di Kabupaten Belu.
Di sisi lain, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu K. Birri, menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya dari Sumbernya serta Kementerian Pariwisata RI atas bantuan, sinergi dan beragam langkah yang telah dijalankan sehingga seluruh susunan acara festival ini mampu berjalan sangat lancar.
Closing Ceremony pun dihadiri Dansatgas Pamtas RI-RDTL, Wadanyon A Pelopor, Perwakilan KBRI Timor Leste, Para Pemimpin Perbankan, elemen Forkopimda Kabupaten Belu beserta jajaran terkait.
Pada momen ini pula, diumumkan para Pemenang dari tiap-tiap bidang lomba Garuda Championship yang telah bergulir mulai jenjang SD berupa Lomba Mewarnai serta Lomba Cerdas Cermat, di tingkat SMP yang mencakup Lomba Rangking 1 dan Lomba Pidato, hingga jenjang SMA/SMK yang menyajikan Lomba Inovasi dan Lomba Tari Kreasi.
Di samping itu, diserahkan pula penghargaan buat Guru Penggerak di kawasan 3T atas pengabdian dan spirit perjuangan tanpa lelah dalam mencerdaskan penerus bangsa di wilayah perbatasan.
Diproyeksikan lebih dari 5.000 warga hadir memadati Lapangan Simpang Lima Atambua pada ajang closing ceremony ini, di mana selain menikmati panggung musik yang disuguhkan, tersedia pula sosialisasi CBP Rupiah, QRIS maupun PEKA yang dikemas dalam format kuis berhadiah guna mendongkrak antusiasme warga.
Keterlibatan 120 UMKM setempat ikut menjadi momentum krusial guna memperkokoh kesiapan UMKM dalam memanfaatkan serta menyesuaikan diri terhadap kemajuan ekonomi dan keuangan digital.
Gairah masyarakat pada transaksi digital pun tampak pada agenda Pasar Murah selama periode Garuda Sakti Cross Border Fest 2026, yang membukukan 2.977 transaksi memanfaatkan QRIS.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti kian diterimanya opsi pembayaran digital oleh warga sebab selain mendapatkan kemudahan bertransaksi juga ikut menyumbang dalam memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan digital serta memicu terciptanya transaksi yang kian efisien dan inklusif, khususnya bagi warga di kawasan perbatasan.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah NTT hendak terus memperkuat pemahaman mengenai Cinta Bangga Paham Rupiah yang salah satunya melalui Pojok Literasi CBP Rupiah yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Atambua sebagai wadah belajar demi mendongkrak pemahaman terkait Rupiah serta memperkokoh kesadaran pentingnya menjaga, merawat maupun menggunakan Rupiah pada tiap transaksi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan selesainya Garuda Sakti Cross Border Fest 2026, spirit untuk senantiasa memelihara kedaulatan Rupiah dan memacu kemajuan ekonomi di kawasan perbatasan diharapkan mampu terus berlanjut serta menjadi pemantik bagi wilayah-wilayah batas negara lainnya di Indonesia.
Rupiah Berdaulat, Ekonomi Perbatasan Menguat.