Pameran Karya WBP Lapas DIY di Bantul Expo Sukses Meraup Jutaan Rupiah

Pameran Karya WBP Lapas DIY di Bantul Expo (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Senin, 10 Agustus 2026 | 13:10:46 WIB

BANTUL - Tanpa sekadar dipajang, hasil buatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) milik Lapas, Rutan, Bapas, hingga LPKA jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Ditjenpas DIY) mampu memikat antusiasme publik pada acara Bantul Creative Expo 2026.

Dilaksanakan sejak 1 hingga 9 Agustus 2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, tempat pameran buatan WBP senantiasa ramai peminat.

Beraneka hasil pelatihan ditampilkan serta ditawarkan kepada khalayak.

Gairah warga pun membuahkan hasil memuaskan dengan torehan penjualan yang menghasilkan pendapatan hingga jutaan rupiah sepanjang kegiatan berlangsung.

Menariknya, keuntungan transaksi tersebut tidak cuma menjadi sekadar angka omzet.

Profit dari buatan yang terbeli bakal disalurkan kepada WBP yang menciptakan produk lewat premi.

Uang premi tersebut dapat difungsikan guna memenuhi kebutuhan personal selama berada dalam masa hukuman maupun ditabung guna kelak diserahkan pada keluarga.

Kepala Kanwil Ditjenpas DIY, Muhammad Ali Syeh Banna, menegaskan bahwasanya pelatihan yang diberikan bagi WBP wajib memberikan faedah nyata.

WBP tidak cukup sekadar diajarkan keahlian, tetapi mesti didorong supaya mampu menciptakan barang yang berkualifikasi serta berharga jual.

"Kami akan terus memberikan pembinaan terbaik bagi WBP. Mereka tidak hanya belajar berkarya, tetapi bagaimana karya tersebut benar-benar bisa menghasilkan dan memiliki nilai jual," ujar Muhammad Ali Syeh Banna.

Menurut pandangannya, kegiatan pembekalan kemandirian menjadi sarana vital bagi WBP dalam menyiapkan masa depan usai tuntas menjalani masa pidana.

Melalui kepemilikan keterampilan yang sanggup dimajukan menjadi lapangan usaha, WBP diharapkan memiliki pilihan hidup yang lebih baik saat kembali ke tengah publik.

"Keterampilan yang diberikan ini diharapkan tidak berhenti ketika mereka berada di dalam Lapas atau Rutan. Ketika selesai menjalani masa pidana, keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari penghasilan, membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan yang paling penting tidak mengulangi tindak pidana," lanjutnya.

Keterlibatan pada Bantul Creative Expo menjadi sebuah wujud nyata bahwa tahapan pelatihan di Pemasyarakatan tidak sekadar berfokus pada pembekalan selama menjalani hukuman, namun juga melatih WBP agar memiliki kemandirian ekonomi serta rasa percaya diri untuk berbaur lagi ke khalayak.

Satu per satu barang yang terjual turut menjadi bukti bahwasanya olah karya WBP sanggup memperoleh tempat di hati khalayak.

Dibalik suatu barang, terdapat proses panjang yang mencakup pembelajaran, kegigihan, daya cipta, serta impian demi memiliki kehidupan yang lebih layak.

Melalui ekshibisi semacam ini, Kanwil Ditjenpas DIY senantiasa membuka jalan bagi olah karya WBP guna dipahami secara lebih luas.

Sebab, saat suatu buatan diapresiasi dan dibeli, yang tumbuh bukan sekadar nilai finansialnya, namun juga dorongan WBP untuk berubah, berkreasi, serta menyusun kembali masa depannya.

Reporter: Moch Febrianto