Lonjakan Dana Kelolaan Nasabah Kaya BNI Melesat 40,6% Pertengahan 2026

Lonjakan Dana Kelolaan Nasabah Kaya BNI Melesat 40,6% (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Senin, 10 Agustus 2026 | 13:10:45 WIB

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) meraih lompatan signifikan pada tabungan nasabah kelas atas atau high net worth individual (HNWI). Hingga pertengahan 2026, simpanan nasabah dengan saldo melebihi Rp 5 miliar terangkat 40,6% secara tahunan.

General Manager Divisi Wealth Management BNI Henny Eugenia menuturkan, lompatan tersebut mencerminkan tingginya keyakinan nasabah terhadap BNI dalam mengurus portofolio keuangan secara menyeluruh.

"Tabungan nasabah HNWI dengan tiering di atas Rp 5 miliar di BNI menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 40,6% secara tahunan di Juni 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya kepercayaan nasabah kepada BNI untuk mengelola portofolio keuangan secara komprehensif," ujar Henny dari Sumbernya, Minggu (9/8/2026).

Menurut pandangannya, pembaruan digital via aplikasi wondr by BNI turut menjadi salah satu penggerak lompatan. Aplikasi tersebut dinilai mampu menyajikan kemudahan, kenyamanan, dan kecepatan transaksi untuk nasabah prioritas.

Sebanding dengan lompatan dana kelolaan, jumlah nasabah pada segmen tersebut juga kian bertambah. BNI mencatat asset under management (AUM) nasabah BNI Emerald dengan dana kelolaan sekurang-kurangnya Rp 5 miliar terangkat 14% secara tahunan. Sementara itu, AUM nasabah dengan dana kelolaan melebihi Rp 15 miliar bertambah lebih tinggi, yaitu 21%.

Henny menerangkan, saat ini BNI mengonsentrasikan langkah akuisisi nasabah via kemitraan dengan bermacam lini bisnis, mulai dari korporasi, enterprise commercial, small business, institutional hingga merchant owner.

"Fokus kami saat ini adalah berkolaborasi dengan business banking unit untuk menggarap potensi bisnis yang ada dan menciptakan transaksi closed loop pada seluruh value chain," katanya.

Di samping itu, komunitas bisnis dan merchant strategis di berbagai kawasan operasional BNI pun menjadi target utama untuk memperluas basis nasabah wealth management.

Dilihat dari sisi komposisi, portofolio simpanan dengan saldo melebihi Rp 5 miliar sebagian besar berasal dari nasabah HNWI yang dilayani via BNI Emerald dan BNI Private Banking.

Menariknya, sebagian besar nasabah tersebut merupakan wirausahawan, ultimate beneficial owner (UBO), pemegang saham utama, sampai jajaran manajemen perusahaan yang juga menjadi nasabah korporasi BNI.

Ke depan, BNI membidik bisnis wealth management dan dana kelolaan segmen HNWI tetap mampu mencatatkan lompatan dua digit hingga akhir 2026.

Bank ini juga mengamati ketertarikan nasabah pada produk investasi kian meningkat, utamanya pada Surat Berharga Negara (SBN) yang dinilai menawarkan imbal hasil menarik dengan risiko tergolong rendah.

"Di tengah kondisi global yang belum stabil, kami melihat produk investasi semakin diminati nasabah. Permintaan terhadap SBN terus meningkat karena menawarkan imbal hasil yang kompetitif dengan risiko yang relatif rendah," ujar Henny.

Demi menyokong peningkatan tersebut, BNI menyiapkan beberapa program akuisisi seperti Welcome Emerald, Top Up Tabungan, Top Up Investment, Top Up Bancassurance, sampai program pembiayaan BNI Griya dan BNI Oto.

Di sisi pelayanan, BNI mengandalkan pengokohan hubungan dengan nasabah via Dedicated Relationship Manager dan Investment Specialist yang secara berkala memberikan anjuran pengelolaan portofolio sesuai profil risiko masing-masing nasabah.

Bukan cuma itu, BNI juga menawarkan berbagai nilai tambah berupa pelayanan airport transfer domestik maupun internasional untuk nasabah Emerald tertentu serta mendorong variasi aset via produk investasi seperti SBN, reksa dana, dan obligasi.

Henny menambahkan, BNI juga bakal lebih dekat dengan nasabah via perhelatan WondrX yang bakal diselenggarakan pada 21–23 Agustus 2026 di ICE BSD City. Dalam ajang tersebut, BNI bakal menghadirkan bermacam penawaran pembiayaan, promo investasi, cashback, hingga kegiatan financial talk dan business talk sebagai bagian dari langkah memperkuat bisnis wealth management.

Reporter: Moch Febrianto