Dugaan Penggelapan Tabungan BMT Alfa Dinnar Korban Merugi Ratusan Juta

BMT Alfa Dinnar Korban Merugi Ratusan Juta (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Jumat, 07 Agustus 2026 | 14:30:31 WIB

KARANGANYAR - Tindakan penggeledahan markas BMT Alfa Dinnar di Area Karangpandan oleh Satreskrim Polres Karanganyar membongkar duka mendalam bagi ratusan korbannya.

Sejumlah warga yang menjadi korban mulai gamblang menyampaikan nasib dana tabungan mereka yang tiba-tiba tak bisa ditarik sejak awal tahun.

Salah satu penyimpan BMT Alfa Dinnar, Surono, menyebutkan telah terdaftar sejak tahun 2006 sebab terpesona iming-iming bagi hasil yang terbilang lumayan tinggi dan adanya alokasi zakat bagi pondok pesantren serta dhuafa.

Namun demikian, keraguan mulai muncul menjelang Hari Raya Idulfitri tahun 2025 saat bingkisan Lebaran yang biasa ia peroleh berkurang banyak.

Sewaktu hendak mengklarifikasi tabungan utamanya, pihak pengelola justru bungkam.

Akumulasi dana keluarganya mencapai Rp369 juta kini mengendap.

"Uang yang pokok itu masih di Alfa Dinnar sampai sekarang. Totalnya kalau saya sekeluarga empat orang itu 369 juta rupiah. Rencananya itu nanti buat modal usaha kalau saya sudah pensiun," kata Surono kepada wartawan, Kamis 6 Agustus 2026.

Surono menyampaikan, sampai saat ini dirinya masih menggenggam ikrar manis dari Sumbernya yang memohon nasabah bersabar selama satu tahun dengan perihal bakal menjual aset terlebih dahulu.

"Harapannya uang saya kembali semua. Selama ini belum melaporkan ke polisi karena nunggu dijanjikan satu tahun nanti kalau asetnya dijual mau dikembalikan," ucap Surono.

Pengalaman serupa dirasakan oleh Evan, warga Karangpandan.

Ia tergiur menyimpan puluhan juta rupiah akibat bujukan tetangga yang menjamin proteksi lembaga keuangan tersebut.

Evan mulai menyadari adanya ketidakberesan saat hendak mengambil dana deposit berjumlah Rp50 juta pada Januari lalu.

Pihak manajemen beralasan koperasi tengah dilanda krisis likuiditas serta tidak memegang uang tunai.

"Sekarang uang saya hilang 50 juta. Waktu mau ngambil bulan Januari kemarin ternyata enggak bisa, katanya enggak ada uang likuid. Janjinya satu tahun, tapi sampai sekarang enggak keluar juga. Harapannya ya uang segera kembali karena itu kumpulan buat modal usaha," kata Evan.

Evan menerangkan terdapat sekitar 200 nasabah terdampak yang saat ini membentuk asosiasi nonformal untuk saling menukar informasi.

Jumlah tabungan mereka yang tertahan bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah per orang.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Sri Kadiyono, menceritakan, pihak kepolisian melancarkan penggeledahan setelah mengantongi aduan resmi dari Sumbernya berinisial S yang dana simpanannya tertahan hingga Rp1,4 miliar.

"Penggeledahan ini berdasarkan laporan nasabah berinisial S. Yang bersangkutan beserta istri dan dua anaknya sudah menjadi nasabah sejak 2008 dan tidak bisa mengambil uangnya. Nilai tabungannya sekitar 1,4 miliar rupiah," ujar AKP Wikan.

Kasatreskrim menegaskan, kepolisian terus mengumpulkan bukti-bukti pendukung dari kantor BMT Alfa Dinnar dan menginventarisasi seluruh korban guna menghitung total angka kerugian riil.

Walaupun belum terdapat tersangka yang ditahan, pengelola BMT dinilai masih kooperatif dalam menjalani proses pemeriksaan.

Reporter: Moch Febrianto