BNI Catatkan Laba Bersih Rp 10,8 Triliun Pada Semester Pertama 2026!

BNI Catatkan Laba Bersih Rp 10,8 Triliun (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:26:57 WIB

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengantongi laba bersih senilai Rp10,8 triliun sepanjang semester I 2026.

Capaian tersebut meningkat 6,33 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode serupa pada tahun sebelumnya sebesar Rp10,16 triliun.

Di sisi lain, perolehan laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) tercatat menembus Rp18,5 triliun.

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menjelaskan bahwa perseroan berkesinambungan memperkokoh pondasi bisnis lewat langkah pertumbuhan yang memprioritaskan mutu, penguatan bisnis utama, hingga transformasi organisasi serta digital secara berkelanjutan.

"Di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat. Pendekatan ini memungkinkan perseroan menjaga produktivitas aset sekaligus meningkatkan relevansi layanan bagi nasabah di setiap segmen," kata Putrama dalam rilis resmi, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Mengenai aspek penyaluran pembiayaan, BNI mengalirkan kredit mencapai Rp968,5 triliun sampai semester I 2026 atau melonjak 24,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Lonjakan itu disokong oleh portofolio kredit yang kian terdistribusi ke beragam sektor keuangan dan segmen usaha, mulai korporasi, skala menengah, UMKM sampai konsumer.

Di tengah ketatnya persaingan likuiditas, BNI pun sukses memperkuat susunan dana simpanannya.

Dana murah atau current account saving account (CASA) melonjak 11,2 persen secara tahunan sehingga porsi CASA dapat dipertahankan di kisaran 65,4 persen.

Pertumbuhan dana murah itu ikut memicu efisiensi beban dana.

Cost of fund dana pihak ketiga membaik ke angka 2,56 persen, dari posisi 2,78 persen di masa yang sama tahun lalu.

Berdasarkan paparan Putrama, susunan pendanaan yang kokoh menjadi fondasi vital bagi perseroan demi merawat daya saing sekaligus menopang ekspansi kredit secara berkesinambungan.

BNI juga meraup pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) mencapai Rp22,3 triliun sampai semester I 2026, memuncak 14,2 persen dari periode senada tahun lalu.

Di samping itu, pendapatan non-bunga atau fee-based income (FBI) turut terkatrol 14,2 persen secara tahunan menjadi Rp9 triliun.

Seirama dengan laju bisnis, mutu aset BNI terus menampilkan daya tahan yang kokoh.

Hingga kurun Juni 2026, rasio kredit berisiko atau loan at risk (LAR) melandai dari 11,0% menuju 8,1%, sedangkan rasio non performing loan (NPL) bertengger di posisi 1,9%.

Reporter: Moch Febrianto