Trump Protes ExxonMobil dan Chevron Soal Untung Melimpah Minyak AS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:20:52 WIB

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pada Senin, 3 Agustus 2026, produsen minyak AS, ExxonMobil dan Chevron memperoleh laba terlalu banyak lantaran harga minyak mentah yang membumbung tinggi sejak pertempuran AS-Iran.

“Mereka mendapat untung terlalu banyak akibat sedikitnya pasokan,” tutur Trump kepada reporter di Gedung Putih. "Saya tidak suka itu," ia menambahkan.

Merujuk CNBC, Selasa (4/8/2026), Exxon dan Chevron mencatatkan windfall profits (keuntungan tak terduga) triwulan kedua pada Jumat.

Keuntungan Chevron melesat mendekati 400%.

Pada masa yang sama tahun lalu, perolehan labanya berjumlah US$ 2,5 miliar, atau Rp 45,09 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.038).

Saat ini perolehan laba menyentuh US$ 12 miliar, yaitu Rp 216,4 triliun.

Di samping itu, keuntungan Exxon saat ini melipat dua dari masa tahun lalu.

Awalnya keuntungan Exxon tercatat US$ 7,1 miliar, atau Rp 128 triliun.

Akan tetapi, kini menembus angka US$ 14,5 miliar, atau Rp 261,5 triliun.

“Chevron, terlalu banyak uang. ExxonMobil, terlalu banyak uang,” ujar Trump. "Mereka harus memberikan sebagian ke publik, dan mereka sebaiknya menurunkan harga retail, harga konsumen," ia menambahkan.

Harga minyak mentah di AS telah mencatatkan lonjakan sebesar 20% semenjak AS dan Israel menggempur Iran pada 28 Februari 2026.

Tehran membalas tindakan ini dengan menyetop ekspor minyak di Selat Hormuz, hingga memicu hambatan pasokan terbesar dalam riwayat.

Rataan harga penutupan kontrak berjangka minyak AS berada di kisaran US$ 92, atau Rp 1,6 juta pada April-Juni, sekitar 27% lebih tinggi dibanding triwulan pertama.

Sementara itu, harga bahan bakar minyak berada di kisaran US$ 4,1, atau Rp 73,9 ribu per galon di seluruh kawasan AS pada Senin.

Berdasarkan data AAA, angka tersebut 40% lebih tinggi ketimbang pada 27 Februari 2026, sebelum pertempuran dimulai, yaitu sekitar US$ 2,98, atau Rp 53,7 ribu per galon.

Usai pernyataan Trump tersebut, saham Chevron merosot mendekati 2%, sementara saham Exxon ditransaksikan lebih rendah.

Saham raksasa sektor minyak tersebut telah tertekan pada hari Senin dikarenakan harga minyak mentah merosot 5% atas perkiraan pembahasan antara AS dan Iran yang diharapkan dapat mencegah kenaikan susulan.

Reporter: Moch Febrianto