BNI Menyokong Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi Guna Hunian Inklusif

Presiden RI Prabowo Subianto, meresmikan pelaksanaan akad massal 62.710 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:23:05 WIB

BATANG - BNI menyokong penandatanganan akad massal untuk 62.710 debitur KPR Subsidi lewat skema FLPP sebagai bagian dari penyokongan atas Program Tiga Juta Rumah.

Agenda yang diselenggarakan di Puri Delta City Side, Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026), diikutsertakan oleh 200 debitur secara tatap muka dan 62.510 debitur via daring sebagai langkah memperluas jangkauan warga berpenghasilan rendah pada hunian yang pantas.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyokong eksekusi akad massal bagi 62.710 debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Keikutsertaan itu menjadi bagian dari sokongan perseroan pada Program Tiga Juta Rumah sekaligus langkah memperluas jangkauan warga berpenghasilan rendah pada hunian yang pantas.

Agenda akad massal serta penyerahan kunci diselenggarakan di Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Sejumlah 200 debitur hadir secara tatap muka, sedangkan 62.510 debitur lainnya menyimak agenda via daring.

Momen tersebut diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, jajaran petinggi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), utusan bank penyalur, pengembang, serta para penerima faedah.

BNI menjadi salah satu bank penyalur yang berandil dalam pembiayaan hunian subsidi untuk warga berpenghasilan rendah.

Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal menuturkan, sokongan tersebut merupakan bagian dari tekad perseroan demi menyajikan jalan keluar pembiayaan yang inklusif.

“BNI terus mendukung berbagai program prioritas pemerintah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan semangat melayani negeri sepenuh hati, kami ingin memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak melalui penyaluran KPR Rumah Subsidi,” ujar Iqbal dalam keterangan tertulis.

Sesuai pandangannya, penyaluran dana hunian subsidi juga sanggup memicu pertumbuhan sektor perumahan yang mempunyai efek berantai terhadap bermacam aktivitas ekonomi.

Di samping akad KPR subsidi, agenda itu turut mencakup akad massal bagi 200 debitur Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

Secara menyeluruh, nilai akad KUR Perumahan menembus Rp880 miliar bagi 7.100 debitur.

Angka itu mencakup 6.873 debitur pada bidang permintaan (demand) dan 227 debitur pada bidang penyediaan (supply).

Program tersebut ditujukan guna memperkuat ekosistem perumahan, baik dari sisi warga yang memerlukan hunian maupun pelaku bisnis yang menyokong penyediaannya.

Pada rangkaian agenda tersebut, beberapa penerima faedah turut mengikuti seremoni penyerahan kunci secara simbolis.

Salah satunya adalah Nilam Chya Ayu, nasabah BNI yang bekerja di sebuah pabrik alas kaki di Batang.

Di momen yang sama, Presiden turut berbincang via daring bersama Terry Alfrits Wagiu, nasabah BNI yang berprofesi sebagai jurnalis di Tomohon.

Terry membagikan pengalamannya hingga sukses mempunyai rumah perdana sesudah 14 tahun berkeluarga via fasilitas KPR Subsidi BNI.

Iqbal menilai kerja sama antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan para pemangku kepentingan menjadi elemen krusial dalam mempercepat penyediaan tempat tinggal bagi warga.

“BNI optimistis sinergi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan akan semakin mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Lewat keterikatan dalam akad massal itu, BNI berikhtiar memperluas jangkauan pembiayaan perumahan sekaligus menyokong terbentuknya ekosistem tempat tinggal yang lebih inklusif.

Langkah ini merupakan bagian dari tekad perseroan guna menyajikan jalan keluar finansial yang memberi faedah langsung untuk warga serta menyokong pembangunan nasional.

Reporter: Moch Febrianto