Pergerakan Emas Tertahan Kabar AS Iran Serta Sinyal Suku Bunga The Fed

Pergerakan Emas Tertahan (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:23:05 WIB

WASHINGTON - Logam mulia emas kewalahan dalam mempertahankan laju penguatan awalnya pada hari Senin seiring para pedagang mencermati warta AS–Iran yang saling bertentangan.

Prospek Bank Sentral AS yang cenderung agresif terus menahan potensi kenaikan jelang rilis agenda ekonomi AS yang sangat padat.

Penunjuk momentum mengisyaratkan gerak konsolidasi, dengan pergerakan RSI yang mendekati area netral serta ADX yang menunjukkan penurunan kekuatan dari tren.

Emas (XAU/USD) mengurangi nilai kenaikannya usai memulai pekan lewat celah naik sebab para pembeli kehilangan keyakinan di tengah warta AS–Iran yang saling bertentangan dan sikap berhati-hati sebelum data tenaga kerja utama AS dirilis.

Saat berita ini dipublikasikan, XAU/USD berada pada level sekitar US$4.036, terkoreksi dari titik puncak harian pada level US$4.084.

Pemimpin AS Donald Trump menyatakan pada akhir pekan lalu bahwa dirinya telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran, dengan proses perundingan diperkirakan akan dimulai pada hari Senin.

Pernyataan tersebut menaikkan ekspektasi terkait kesepakatan damai sekaligus membuat nilai Minyak merosot tajam, dengan West Texas Intermediate (WTI) melemah melebihi 8% saat berita ini dipublikasikan.

Penurunan nilai Minyak meredakan kekhawatiran atas inflasi jangka pendek dan menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS ke level lebih rendah, sehingga menyajikan dukungan terhadap Emas.

Namun demikian, hambatan rantai pasok di Selat Hormuz menahan nilai Minyak tetap di atas level sebelum bentrokan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei juga menyatakan bahwa "Teheran saat ini tidak sedang melakukan pembicaraan dengan Washington," menjadikan para pedagang tetap ragu atas peluang tercapainya kesepakatan dan pembukaan secara menyeluruh Selat tersebut.

Alhasil, kekhawatiran mengenai inflasi yang lebih luas tetap ada, dan para pedagang masih memperhitungkan potensi tinggi bahwa Bank Sentral AS akan menaikkan tingkat suku bunga pada tahun ini.

Kepala Fed New York John Williams menyatakan pada hari Senin bahwa "kebijakan suku bunga masih berada pada posisi yang tepat untuk mencapai inflasi 2%," seraya menambahkan bahwa "jika inflasi tidak berada di jalur menuju 2%, The Fed akan turun tangan untuk memulihkan stabilitas harga."

CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa para pedagang memperhitungkan peluang 65% untuk kenaikan tingkat suku bunga pada bulan September.

Prediksi hawkish ini konsisten menahan penguatan Emas meski Dolar AS (USD) merosot secara luas, yang dipicu oleh intervensi otoritas Jepang demi menopang Yen.

Di kalender ekonomi AS, Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) Manufaktur ISM dijadwalkan rilis pada hari Senin, diteruskan oleh data Lowongan Kerja JOLTS pada hari Selasa, Perubahan Ketenagakerjaan ADP pada hari Rabu dan Nonfarm Payrolls (NFP) pada hari Jumat.

Rangkaian data tersebut dapat memberikan sinyal baru seputar arah kebijakan moneter Bank Sentral AS.

Analisa teknis: RSI Netral Mengindikasikan Konsolidasi di Atas US$4.000

Dalam grafik harian, XAU/USD menjaga arah yang terbatas lantaran diperdagangkan di bawah Simple Moving Average (SMA) 21 hari dan jauh di bawah SMA 50 hari serta 100 hari.

Pola ini mengindikasikan tren yang lebih luas masih berada dalam tekanan, meski Relative Strength Index (RSI) pada posisi 46 telah bangkit ke area netral dan Average Directional Index (ADX) pada posisi 27 mengisyaratkan berkurangnya daya tren usai pelemahan terbaru.

Pada area atas, titik resistance terdekat tampak di SMA 21 hari di dekat US$4.065, disusul oleh penahan yang lebih kuat di SMA 50 hari sekitar US$4.174, dengan SMA 100 hari di US$4.416 yang memperkuat batas penurunan yang lebih luas.

Pada area bawah, support awal sejajar dengan level mendatar di US$4.000, sebelum titik terendah struktur yang lebih dalam pada US$3.850, dan penutupan harian di bawah US$4.000 berpotensi membuka kembali jalan ke arah batas bawah wilayah tersebut.

Reporter: Moch Febrianto