Kemenag dan FKUB Siapkan Generasi Berkarakter Unggul di Minahasa Sulut
MANADO - Kementerian Agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara bekerjasama dalam menyiapkan generasi emas berkarakter di area tersebut.
"Upaya membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu hidup harmonis dalam keberagaman terus menjadi perhatian FKUB Kabupaten Minahasa," kata Kepala Kemenag Kabupaten Minahasa Dolie Tangian, di Tondano, Minggu.
Dia menjelaskan komitmen tersebut diwujudkan via Program Unggulan Bina Rohani Siswa yang diselenggarakan di SMP Negeri 1 Tondano, dengan melibatkan ratusan murid kelas VII, VIII, dan IX sebagai peserta.
Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama Republik Indonesia di Kabupaten Minahasa.
Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI Muhammad Adib Abdushomad mengatakan kegiatan yang mengangkat tema terkait literasi digital tersebut menjadi kompetensi penting bagi generasi masa kini.
Ia mengingatkan para siswa agar tidak sekadar menjadi pengguna media digital, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang kritis, bertanggung jawab, dan bijaksana dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Dia menerangkan, arena digital dapat menjadi sarana membina persaudaraan, menambah ilmu, dan memperkuat kerukunan jika dipakai dengan etika serta rasa tanggung jawab.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr Lynda Deisye Watania, mengajak para siswa mempersiapkan diri menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia. Ia menekankan bahwa keberhasilan bangsa pada masa depan sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya hari ini.
Menurut pandangannya, generasi emas bukan cuma mereka yang memiliki prestasi akademik, namun juga generasi yang memiliki kedisiplinan, integritas, tekad belajar, kepedulian terhadap sesama, serta sanggup menjaga persatuan dalam keberagaman.
Ketua FKUB Kabupaten Minahasa Dr Evert A A Tangel mengatakan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter.
Berdasarkan pendapatnya, kejujuran, rasa hormat kepada orang tua dan guru, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai merupakan nilai-nilai dasar yang harus terus dipelihara.