Mata Uang Rupiah Menguat ke Posisi Rp18.073 per Dolar AS Pada Sore Ini
JAKARTA - Kurs rupiah berakhir di level Rp18.073 per dolar AS pada sesi perdagangan Kamis (29/7).
Mata uang Indonesia tersebut naik 10 basis poin atau 0,06 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan transaksi hari sebelumnya.
Kenaikan rupiah terjadi seirama dengan sebagian besar mata uang kawasan Asia yang turut menguat atas dolar AS.
Yuan China naik 0,05 persen, peso Filipina melonjak 0,38 persen, serta ringgit Malaysia terangkat 0,02 persen.
Sebaliknya, beberapa mata uang kawasan Asia malah terkoreksi terhadap dolar AS.
Dolar Singapura tergelincir 0,01 persen, yen Jepang melorot 0,15 persen, won Korea Selatan menyusut 0,17 persen, serta dolar Hong Kong terdesak 0,03 persen.
Arah pergerakan mata uang utama dari negara berkembang dan maju tampak beragam.
Euro naik 0,07 persen, poundsterling Inggris terangkat 0,09 persen, sementara dolar Australia melemah 0,45 persen.
Pada sisi lain, dolar Kanada menguat 0,07 persen serta franc Swiss terdepresiasi 0,02 persen.
Analis pasar uang dari Sumbernya Lukman Leong menjelaskan rupiah sukses diakhiri menguat di tengah pelemahan indeks dolar AS dan lonjakan mayoritas mata uang Asia.
"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS seiring dengan penguatan mayoritas mata uang Asia di tengah pelemahan indeks dolar AS. Sentimen positif terhadap rupiah juga didukung pernyataan Bank Indonesia yang berkomitmen untuk memperkuat langkah-langkah stabilisasi nilai tukar," ujar Lukman dari Sumbernya.