Suku Bunga Naik Adira Finance Prediksi Pasar Otomotif Bakal Melambat

Suku Bunga Naik Adira Finance (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 30 Juli 2026 | 12:30:13 WIB

JAKARTA - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) memprediksikan pasar kendaraan pada separuh kedua 2026 bakal menjumpai hambatan yang kian sukar.

Kondisi tersebut dipicu oleh melambungnya biaya dana (cost of funds), menurunnya kemampuan beli warga, serta potensi melonjaknya harga kendaraan akibat imbas suku bunga acuan bagi sektor pembiayaan.

Direktur Utama Adira Finance, I Dewa Made Susila, menyampaikan bahwasanya lonjakan biaya modal memaksa perseroan guna menyelaraskan suku bunga kredit bagi para konsumen.

Meski begitu, Adira tetap memperhitungkan sanggup bayar para nasabah serta dinamika persaingan sektor sebelum menentukan besaran penyelarasan tersebut.

"Biaya dana Adira sudah mulai meningkat sehingga kami harus melakukan penyesuaian kepada nasabah. Namun, kami juga mempertimbangkan daya beli konsumen karena segmen Adira didominasi masyarakat menengah ke bawah," ujar Made dalam konferensi pers daring, Kamis (30/7/2026).

Di samping itu, Made membeberkan bahwasanya pasar kendaraan nasional sejatinya masih mengukir kenaikan positif sepanjang separuh pertama 2026.

Pemasaran sepeda motor baru secara eceran meningkat 10% ketimbang rentang waktu yang sama tahun lalu, sementara pemasaran mobil baru terangkat 11%.

"Data yang kami miliki menunjukkan penjualan motor baru secara ritel naik 10% dibandingkan semester pertama 2025, sedangkan penjualan mobil baru meningkat 11%," ungkapnya.

Walau demikian, perseroan menaksir kecepatan pertumbuhan tersebut bakal tersendat pada separuh kedua akibat himpitan suku bunga dan daya beli warga.

Made melengkapi bahwasanya seluruh korporasi multifinance menjumpai himpitan biaya dana yang sejenis, sehingga lonjakan suku bunga pembiayaan diperkirakan bakal berjalan secara bertahap.

Situasi ini berpotensi menaikkan beban angsuran konsumen pada separuh kedua tahun ini.

"Ini penjualan ritel (retail), bukan grosir (wholesale). Nah, tentunya bagaimana? Kelihatannya angka ini akan cukup menantang (challenging) di semester dua," tutup Made.

Reporter: Moch Febrianto