BCA Beberkan Alasan Penyusutan Margin Bunga Bersih Semester I-2026

BCA Beberkan Alasan Penyusutan Margin Bunga (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 30 Juli 2026 | 12:30:12 WIB

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan penurunan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) di semester I-2026.

Entitas perbankan ini membukukan NIM senilai 5,3%, merosot dibanding 5,8% di periode serupa tahun sebelumnya atau terkoreksi sekitar 50 basis poin (bps).

Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim menyampaikan, penurunan itu seiring dengan kecenderungan yang berlangsung di sektor perbankan.

Berdasarkan penjelasannya, penurunan NIM merupakan dampak dari penyesuaian bunga kredit yang sudah dilaksanakan semenjak tahun lalu.

Vera memaparkan, sebelum Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan di Mei 2026, BI Rate pernah berada dalam kecenderungan menurun sejak 2025.

Keadaan tersebut memicu perbankan memangkas bunga kredit sepanjang 2025.

Implikasi dari penyesuaian itu masih terus berlanjut sampai kuartal I-2026 sehingga menekan hasil bunga bersih di semester pertama tahun ini.

"Sebelum BI menaikkan suku bunga acuan pada Mei 2026, suku bunga acuan sempat berada pada tren penurunan sejak tahun lalu. Kondisi tersebut mendorong penurunan suku bunga kredit sepanjang 2025 dan dampaknya masih berlanjut hingga kuartal I-2026," ujar Vera dalam paparan kinerja BCA, Selasa (28/7).

Ia melengkapi, penurunan NIM di semester I-2026 tidak sepenuhnya dipicu kenaikan biaya dana, melainkan juga dampak penyesuaian suku bunga kredit yang telah dikerjakan sebelumnya di tengah persaingan perbankan yang tetap tinggi.

"Oleh karena itu, penurunan NIM pada semester pertama tahun ini merupakan konsekuensi dari penyesuaian suku bunga kredit yang terjadi sebelumnya, di tengah persaingan industri yang masih cukup ketat," katanya.

Walaupun NIM tertekan, BCA tetap bisa membukukan pertumbuhan keuntungan pada semester I-2026.

Entitas ini mencatatkan laba bersih mencapai Rp29,5 triliun, meningkat 1,8% dibandingkan masa yang sama tahun sebelumnya.

Pada sisi intermediasi, penyaluran kredit BCA turut untuk pertama kalinya menembus angka Rp1.000 triliun.

Sampai Juni 2026, total pembiayaan kredit tercatat Rp1.036 triliun, tumbuh 8% secara tahunan.

Sementara itu, dana giro dan tabungan (CASA) naik 10,2% menjadi Rp1.082 triliun, sehingga rasio CASA tetap kuat di angka 84,3%, menopang beban dana BCA di tengah ketatnya persaingan penghimpunan dana di sektor perbankan.

Reporter: Moch Febrianto