Langkah BNI Mematangkan Tata Kelola Bisnis dan Fondasi Modal Bank

Langkah BNI Mematangkan Tata Kelola Bisnis (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 30 Juli 2026 | 12:30:12 WIB

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memantapkan fondasi usaha lewat penguatan tata kelola lembaga, manajemen risiko, pengendalian internal, hingga struktur modal.

Tindakan ini diusahakan demi memelihara pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menyokong agenda transformasi badan usaha milik negara (BUMN).

Salah satu upaya yang ditempuh BNI yaitu mengeluarkan instrumen Additional Tier 1 (AT1) sebesar US$700 juta pada pasar internasional.

Penerbitan tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan memperkuat struktur modal.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyebutkan penguatan tata kelola tidak cuma berikatan dengan pemenuhan aturan kepatuhan.

Berdasarkan pandangannya, tindakan itu merupakan fondasi demi menjaga kepercayaan publik, investor, serta seluruh pemangku kepentingan.

"Sebagai bagian dari BUMN, BNI terus memperkuat tata kelola perusahaan, manajemen risiko, efektivitas pengendalian internal, kapabilitas digital, dan struktur permodalan agar fundamental perusahaan semakin kuat, dikelola secara profesional, dan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus mendukung pembangunan nasional," ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Pemantapan fundamental ini dikatakan selaras dengan transformasi BUMN bersama Danantara Indonesia.

Danantara memegang amanat mengelola dan mengoptimalkan investasi pemerintah serta aset BUMN untuk menopang program strategis nasional, industrialisasi, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Selain struktur modal, BNI melanjutkan transformasi organisasi melalui perbaikan proses bisnis, penggunaan teknologi digital, serta peningkatan mutu sumber daya manusia.

Usaha tersebut diarahkan demi mendongkrak efisiensi, memperkuat daya saing, serta menghadirkan layanan yang semakin cocok dengan kebutuhan nasabah.

Penguatan tata kelola dan fundamental usaha pun menjadi modal bagi BNI guna memelihara fungsi intermediasi.

Dengan kapasitas usaha yang diperkuat, BNI berikhtiar memperluas akses layanan keuangan dan menyokong pelaksanaan bermacam program pembangunan nasional.

"Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, BNI akan terus memperkuat tata kelola dan fundamental perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat, mendukung transformasi BUMN bersama Danantara Indonesia, serta berkontribusi bagi kemajuan Indonesia," kata Okki.

Janji tersebut menjadi bagian dari perjalanan BNI yang memasuki umur 80 tahun pada 5 Juli 2026 dengan membawa tema Swadharma Bhakti Nagara.

Konsep tersebut mengekspresikan semangat pengabdian serta pelayanan BNI untuk masyarakat dan negara.

Lewat penguatan tata kelola, permodalan, dan transformasi bisnis, BNI berikhtiar memelihara kepercayaan pemangku kepentingan sekaligus mendongkrak kapabilitasnya dalam menyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

Reporter: Moch Febrianto