CHICAGO - Nilai emas global mengalami penurunan mendekati satu persen pada transaksi Selasa, 28 Juli 2026, lantaran sikap waspada para penanam modal menjelang penetapan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Kemerosotan harga minyak yang mengurangi kecemasan inflasi belum sanggup menggenjot minat pada instrumen tempat aman ini.
Disitir dari Sumbernya, Rabu, 29 Juli 2026, harga emas spot memprosit 1,2 persen menuju USD4.028,64 tiap ons.
Pada waktu bersamaan, nilai emas berjangka turut melorot 1,2 persen mencapai tingkatan USD4.028,64 tiap ons.
Atensi pelaku pasar saat ini terpusat pada musyawarah dua hari Federal Open Market Committee (FOMC) yang dimulakan pada Selasa.
Berdasar CME FedWatch, Bank Sentral AS diproyeksikan membiarkan tingkat suku bunga utamanya, melalui peluang kisaran 69 persen.
Walau begitu, arah kebijakan uang tetap terimbas oleh dinamika geopolitik serta pergeseran biaya energi selama sejumlah pekan pamungkas.
Para penanam modal pun menantikan ujaran Kepala The Fed Kevin Warsh yang terdahulu mengutarakan perspektif condong hawkish usai ketetapan suku bunga di bulan Juni.
Warsh menegaskan FOMC tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga. Ia juga meluncurkan evaluasi menyeluruh terhadap operasional bank sentral melalui pembentukan lima gugus tugas yang berfokus pada komunikasi, kerangka inflasi, dan aspek kebijakan lainnya.
Goldman Sachs berpandangan ketetapan The Fed saat ini menjadi salah satu yang paling abu-abu di tengah gejolak biaya minyak.
Berdasarkan analisis pakar bank investasi itu, data inflasi AS yang lebih minim di bulan Juni mengikis kemendesakan pengetatan panduan moneter dalam rentang dekat.
Di sudut lain, tarif minyak dunia kembali merosot selama dua hari secara beruntun usai Amerika Serikat serta Iran menjaga penghentian perselisihan yang diawali semenjak penghujung pekan lalu.
Pemimpin AS Donald Trump mengutarakan dialog bersama Iran memperlihatkan kemajuan positif sekaligus membuka kesempatan terwujudnya pemufakatan guna mengakhiri pertikaian yang sudah berjalan selama berbulan-bulan.
Akan tetapi, Trump kembali memberi peringatan bahwasanya Washington bersiap meneruskan aksi militer jikalau langkah diplomasi gagal meraih kesepakatan.
"Kami telah melakukan beberapa pembicaraan yang sangat baik dengan Iran. Mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Mereka mengerti itu," kata Trump kepada Fox News.
Dirinya pun menekankan AS bersiap mengambil tindakan militer terhadap fasilitas strategis Iran bilamana negosiasi menemui kebuntuan.