Taruhan Suku Bunga Fed Hantui Rupiah serta Pasar Keuangan Domestik!
JAKARTA - Ambiguitas arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), membayangi pergerakan nilai tukar rupiah dan pasar keuangan nasional.
Kondisi tersebut berlangsung seiring tertahannya indeks dolar AS pada level 101,3 dalam perdagangan Rabu usai sempat mengalami gejolak pada awal pekan.
Di pasar internasional, The Fed diproyeksikan masih bakal mempertahankan suku bunga utamanya.
Akan tetapi, terdapat sekitar sepertiga peluang bahwa bank sentral AS itu bakal menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, sebuah level keraguan yang tergolong sangat tinggi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Para pedagang juga melihat sekitar 80 persen kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan September," tulis laporan dari Sumbernya.
Ekspektasi tersebut memperkuat proyeksi bahwa biaya pinjaman global bakal tetap berada pada level tinggi dalam rentang waktu lebih lama, yang berpotensi memicu tekanan arus modal keluar dari pasar berkembang seperti Indonesia.
Selain faktor kebijakan moneter, kewaspadaan pasar pada dalam negeri turut dipengaruhi oleh kembali meroketnya harga minyak dunia dan ancaman inflasi global.
Hal tersebut dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik yang kembali memanas di wilayah Timur Tengah.
Pihak militer AS melaporkan telah membalas serta mencegat serangan mendadak dari Iran yang menyasar pasukan Amerika Serikat.
Ketegangan regional yang kembali meningkat tersebut menjadi perhatian serius para pelaku pasar modal dan komoditas di Indonesia.