Rupiah Kembali Meredup Tertekan Dolar AS Hingga Lewati Angka Rp 18.000

Rupiah Kembali Meredup Tertekan Dolar AS (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 28 Juli 2026 | 10:12:32 WIB

JAKARTA - Di tengah pengunduran diri Perry Warjiyo dari Gubernur Bank Indonesia (BI), kurs dolar Amerika Serikat (AS) melonjak atas rupiah.

Kini mata uang Paman Sam itu lagi-lagi menembus kisaran Rp 18.000.

Berdasarkan dari catatan Investing, Senin (27/7/2026), nilai tukar dolar AS terhadap rupiah pada pukul 18.12 WIB menanjak 130,4 basis poin atau 0,73% menjadi Rp 18.038.

Secara harian pergerakan dolar AS merentang antara Rp 17.926 sampai Rp 18.038.

Adapun berdasarkan catatan Google Finance, dolar AS pun tercantum bertengger di titik Rp 18.033 pada jam 11.24 UTC (18.24 WIB).

Sementara itu, berdasarkan catatan Bloomberg nilai tukar dolar atas rupiah per jam 03.59 AM EDT (14.59 WIB) terangkat hingga 46,00 basis poin atau 0,26% ke titik Rp 18.009.

Sebagai kabar tambahan, penjelasan berkaitan pengunduran diri Perry Warjiyo selaku Gubernur bank sentral Indonesia pertama kali diutarakan dari Sumbernya.

Prasetyo Hadi menyatakan Presiden Prabowo telah mendapati surat pengunduran diri Perry pada hari Minggu (26/7) kemarin.

"Bahwa per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada bapak presiden," kata Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).

Selanjutnya, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti bakal menduduki posisi sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI.

"Untuk selanjutnya sesuai UU BI jabatan Gubernur BI akan secara otomatis dijabat oleh Deputi Gubernur Senior yang selanjutnya akan menjalankan seluruh tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara," ujar Prasetyo.

Destry menyampaikan, BI bakal terus menunaikan tugas guna memelihara stabilitas nilai tukar rupiah dan stabilitas sistem keuangan demi menopang pertumbuhan ekonomi.

"Berikutnya, Bank Indonesia akan selalu senantiasa memastikan keberlangsungan tugas dan wewenang untuk mencapai stabilitas nilai tukar rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan yang dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja sesuai dengan amanat Undang-Undang Bank Indonesia," ujar Destry.

Diketahui, usai kabar itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS langsung melemah pada pembukaan bursa hari ini.

Mata uang Paman Sam berada di angka Rp 17.900-an pagi ini.

Diambil dari catatan Bloomberg, nilai tukar dolar AS jam 09.30 WIB berada pada posisi 17.966 atau naik 3 poin (0,02%).

Kemunduran ini terus berlanjut hingga saat ini balik ke kisaran Rp 18.000/dolar AS.

Reporter: Moch Febrianto