BNI Dorong Rehabilitasi Mangrove dan Pemberdayaan Ekonomi Pesisir

BNI Dorong Rehabilitasi Mangrove (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Senin, 27 Juli 2026 | 11:00:46 WIB

JAKARTA - Menyambut Hari Mangrove Sedunia yang dirayakan setiap 26 Juli, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan ikhtiarnya menyokong pelestarian ekosistem pesisir melalui pemulihan mangrove yang bersamaan membuka kesempatan ekonomi untuk masyarakat.

Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) BNI.

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI Berbagi, perusahaan telah menanam 258.000 bibit mangrove dalam delapan tahun terakhir di berbagai wilayah pesisir penting, yaitu Mempawah (Kalimantan Barat), Kebumen (Jawa Tengah), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Banyuwangi (Jawa Timur), dan Pamekasan (Jawa Timur).

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengutarakan, pemulihan mangrove merupakan bagian dari taktik BNI membina ketahanan kawasan pesisir melalui metode Nature-based Solutions (NbS).

Tindakan ini juga selaras dengan fokus transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia yang berkonsentrasi pada penciptaan nilai tambah berkesinambungan bagi masyarakat dan ekonomi nasional dengan semangat melayani sepenuh hati.

“Pelestarian mangrove tidak hanya memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga menciptakan sumber penghidupan baru bagi masyarakat. Karena itu, kami melibatkan kelompok tani dan warga mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pengembangan ekowisata dan produk olahan mangrove agar manfaat konservasi dapat dirasakan secara langsung,” ujar Okki dari Sumbernya.

Selain menyerap karbon alami (carbon sink), mangrove juga berguna melindungi kawasan pesisir dari pengikisan pantai, gelombang tinggi, serta peninggian air laut.

Lingkungan ini juga menjadi habitat utama bagi berbagai biota laut yang menyokong aktivitas perikanan sekaligus merawat keberlanjutan sumber daya pesisir.

Skema tersebut turut memicu berkembangnya aktivitas ekonomi berbasis mangrove, dari ekowisata hingga pembuatan produk olahan, sehingga kegunaan rehabilitasi tidak berhenti di aspek lingkungan saja, melainkan memperkokoh kesejahteraan warga pesisir.

Hasil dari program ini pun sudah terukur.

Pemeriksaan terhadap Program Regenerasi Hutan Mangrove di Banyuwangi menampilkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 84,09 persen, yang menandakan besarnya apresiasi warga atas mutu pelaksanaan dan faedah program.

“Semangat Swadharma Bhakti Nagara mendorong BNI untuk terus menghadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap inisiatif TJSL kami diarahkan agar mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus memperkuat perekonomian lokal,” tegas Okki.

Ke depannya, BNI akan terus memperluas kemitraan bersama pemerintah, akademisi, komunitas, kelompok tani, serta bermacam pemangku kepentingan lainnya guna memperkokoh pemulihan mangrove sekaligus mengembangkan ekonomi berbasis ekosistem pesisir.

Sejalan dengan proses transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia, gerakan ini diharapkan dapat menghadirkan nilai tambah yang berkesinambungan bagi masyarakat serta menyokong pertumbuhan ekonomi nasional.

Reporter: Moch Febrianto