Stasiun Bekasi Ekstensi Dibangun Guna Mendorong Kawasan TOD Di Bekasi

Kawasan TOD Di Bekasi (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:17:57 WIB

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melaksanakan meletakkan batu pertama Stasiun Bekasi Ekstensi di area Summarecon Bekasi. Proyek tersebut menjadi pijakan awal penataan wilayah Transit Oriented Development (TOD) yang memadukan sarana angkutan umum, tata ruang, hingga pusat aktivitas perekonomian.

Berdasarkan penuturan AHY, pembangunan area perkotaan wajib sanggup menjawab tantangan urbanisasi yang kian membesar. Salah satu metode yang dianggap manjur merupakan konsep TOD, yakni penataan area yang menyambungkan pemukiman, kawasan bisnis, ruang publik, serta sarana angkutan umum dalam satu ekosistem.

"Pada dasarnya, TOD merupakan upaya mengintegrasikan berbagai kebutuhan masyarakat ke dalam satu kawasan yang saling terhubung dan saling mendukung. Masyarakat dapat tinggal, bekerja, berbelanja, mengakses pendidikan, layanan kesehatan, hingga berbagai fasilitas publik dalam kawasan yang terintegrasi," ujar AHY dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).

AHY memaparkan, konsep TOD bukan cuma berorientasi pada pengerjaan stasiun atau penyatuan moda angkutan, melainkan pula mengutamakan penataan wilayah yang mampu mendorong pergerakan warga menjadi makin efisien.

"Kota-kota maju, modern di dunia, yang artinya kota itu juga adalah kota yang produktif, kota yang sehat, semuanya berorientasi pada sistem transit yang saling terhubung satu sama lain," kata AHY.

Sesuai pandangannya, pembangunan kawasan berbasis TOD bakal memberikan peluang investasi, menguatkan roda perekonomian, meningkatkan daya jangkau warga menuju fasilitas umum, sekaligus menjaga keselarasan antara kemajuan ekonomi dan daya dukung lingkungan.

Pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi diharapkan dapat memajukan daya tampung pelayanan kereta api di wilayah Bekasi sekaligus menguatkan perpaduan antar moda transportasi.

Kehadiran stasiun anyar tersebut pun diproyeksikan mampu menyusutkan kepadatan lalu lintas, memperlancar mobilitas warga, serta memicu pertumbuhan ekonomi via kegiatan usaha yang berkembang di sekeliling wilayah tersebut.

Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyampaikan pengerjaan stasiun ini menjadi bagian dari perombakan sektor transportasi nasional yang saat ini tidak cuma berfokus pada penyediaan sarana fisik.

"Langkah sangat strategis ini dalam pembangunan jaringan perkeretaapian dewasa ini tidak lagi hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, melainkan sebuah lompatan besar dalam mewujudkan pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development yang akan berdampak pada peningkatan kualitas tata ruang perkotaan dan mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik," ujar Suntana.

Menurut pandangannya, kesatuan antara sistem angkutan dan penataan area menjadi salah satu kunci utama demi menciptakan kota yang kian efisien, nyaman, dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menganggap proyek Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan lambang ikrar bersama dalam menghadirkan penataan ruang kota yang makin baik.

"Groundbreaking hari ini bukan hanya sekadar peletakan batu pertama, tetapi merupakan simbol dari langkah maju menuju tata ruang kota yang lebih baik, mobilitas yang lebih efisien, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Saya berharap ini menjadi percontohan bagi pengembang-pengembang lainnya supaya tugas kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat bisa terbantu," ujar Erwan.

Di samping itu, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi mengutarakan pengerjaan stasiun tersebut merupakan fase awal penataan area TOD Summarecon Bekasi.

Masa mendatang, wilayah ini dirancang terhubung oleh rute angkutan massal yang menyambungkan Bekasi Utara hingga Stasiun LRT.

"Pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan awal dari pengembangan TOD, di mana nanti pada saatnya kami akan melanjutkan dengan pengembangan jalur transportasi massal yang menghubungkan Bekasi Utara melalui TOD ini hingga bertemu dengan Stasiun LRT. Dengan demikian masyarakat Bekasi akan mendapatkan kemudahan memilih moda transportasinya," ujar Adrianto.

Reporter: Moch Febrianto