Klarifikasi BNI Mengenai Pelajar Sakit Pakai Ambulans Urus Tabungan PIP
LUBUK PAKAM - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyanggah kabar bahwasanya pihak mereka meminta seorang pelajar yang dalam keadaan sakit diusung memakai fasilitas ambulans ke Kantor Cabang BNI Lubuk Pakam, Sumatera Utara.
BNI menekankan, kehadiran pelajar buat memproses verifikasi rekening Program Indonesia Pintar (PIP) memakai kendaraan ambulans bukan berdasarkan kehendak atau instruksi karyawan bank.
Uraian tersebut diterangkan oleh Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo setelah tayangan yang memperlihatkan seorang pelajar diangkut menggunakan ranjang beroda ke Kantor Cabang BNI Lubuk Pakam menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Ia menyebutkan, pihak keluarga pelajar sebelumnya sudah menerima penjelasan bahwa prosedur verifikasi rekening masih bisa dikerjakan hingga penghujung 2026.
Dengan demikian, pihak keluarga tidak usah terburu-buru melakukan pengurusan verifikasi rekening.
"Kehadiran siswa menggunakan ambulans dan tempat tidur pasien bukan atas permintaan maupun arahan petugas BNI," ujar Okki, bersumber dari situs resmi BNI, Jumat (24/7/2026).
"Sebelumnya, keluarga telah memperoleh penjelasan bahwa proses aktivasi masih dapat dilakukan sesuai dengan batas waktu yang tersedia," tambahnya.
Okki membeberkan, awal mulanya karyawan sudah menyampaikan informasi kepada pihak keluarga bahwa prosedur registrasi dan verifikasi rekening PIP boleh diundur hingga kondisi pelajar membaik.
Menurut pandangannya, penjelasan tersebut diberikan sebab masa pelaksanaan verifikasi masih terbuka sampai batas akhir 2026 sehingga tidak ada kewajiban menyelesaikannya sewaktu tingkat kesehatan pelajar belum pulih.
Meskipun begitu, pihak keluarga kembali mendatangi kantor cabang pada hari yang sama guna melanjutkan tahapan verifikasi.
Karyawan lalu memperbolehkan pelajar tetap berdiam di dalam ambulans bilamana tingkat kesihatannya belum memungkinan untuk melangkah ke dalam area kantor cabang.
BNI memastikan semua tahapan registrasi dan verifikasi rekening PIP pelajar tersebut saat ini telah usai.
Okki menyampaikan, karyawan memberikan pendampingan kepada pihak keluarga semenjak awal hingga seluruh kelengkapan terpenuhi.
"Kami telah membantu menyelesaikan seluruh proses pendaftaran dan aktivasi rekening PIP siswa yang bersangkutan. Petugas BNI mendampingi keluarga dalam setiap tahapan hingga seluruh proses berhasil dituntaskan," ujar Okki.
Pernyataan tersebut diutarakan menyusul maraknya rekaman video di media sosial yang menayangkan seorang pelajar tiba di BNI Lubuk Pakam menggunakan mobil ambulans beserta tempat tidur pasien.
BNI pun menyampaikan turut iba atas kondisi kesehatan pelajar serta memahami perhatian masyarakat terhadap insiden yang menjadi fokus publik itu.
Okki menuturkan, BNI mempunyai mekanisme penanganan khusus bagi nasabah dengan kondisi kesehatan tertentu ataupun kebutuhan khusus.
Seandainya diperlukan, pihak keluarga bisa berkonsultasi terlebih dahulu bersama kantor cabang sehingga bentuk penanganan yang paling pas dapat disiapkan.
Fasilitas penanganan juga dapat diatur melalui mekanisme janji temu dengan selalu menjaga aturan, aspek keamanan, serta proses verifikasi data.
"Untuk nasabah dengan kondisi tertentu, keluarga dapat terlebih dahulu berkoordinasi dengan kantor cabang agar bentuk pelayanan yang paling sesuai dapat dipersiapkan. Langkah ini penting agar proses layanan tetap berjalan aman, nyaman, dan tetap memenuhi ketentuan yang berlaku," jelas Okki.