BNI Bantah Suruh Siswa Sakit Datang Pakai Ambulans untuk Urus Rekening PIP

BNI Bantah Suruh Siswa Sakit Datang Pakai Ambulans (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:17:56 WIB

LUBUK PAKAM - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menepis kabar bahwa pihaknya menyuruh seorang murid yang sedang menderita sakit diangkut memakai ranjang ambulans menuju Kantor Cabang BNI Lubuk Pakam, Sumatera Utara.

BNI menegaskan, kedatangan murid untuk melakukan aktivasi tabungan Program Indonesia Pintar (PIP) menggunakan ambulans bukanlah atas imbauan maupun petunjuk dari pegawai bank.

Pernyataan itu disampaikan Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo usai rekaman yang menampilkan seorang murid diangkut memakai ranjang pasien menuju Kantor Cabang BNI Lubuk Pakam mendadak tular di jejaring sosial.

Dia menegaskan, sanak saudara murid telah diberikan informasi bahwa tahapan aktivasi tabungan tetap dapat diproses sampai akhir 2026.

Lantaran hal tersebut, pihak kerabat tidak harus tergesa-gesa menyelesaikan proses aktivasi tabungan.

"Kehadiran siswa menggunakan ambulans dan tempat tidur pasien bukan atas permintaan maupun arahan petugas BNI," ujar Okki, dikutip dari portal resmi BNI, Jumat (24/7/2026).

"Sebelumnya, keluarga telah memperoleh penjelasan bahwa proses aktivasi masih dapat dilakukan sesuai dengan batas waktu yang tersedia," tambahnya.

Okki menerangkan, semenjak awal pegawai telah memberikan pengarahan kepada pihak kerabat bahwa tahapan registrasi dan aktivasi tabungan PIP dapat ditangguhkan hingga keadaan murid pulih.

Berdasarkan penjelasannya, keterangan itu diutarakan lantaran periode pelaksanaan aktivasi masih tersedia hingga akhir 2026 sehingga tidak terdapat keharusan menuntaskannya ketika kondisi fisik murid belum membaik.

Walau begitu, pihak kerabat kembali mendatangi kantor cabang di hari yang sama demi meneruskan tahapan aktivasi.

Pegawai selanjutnya memberikan izin kepada murid untuk tetap berada di dalam ambulans jika kondisi fisiknya belum memungkinkan memasuki ruangan kantor cabang.

BNI menjamin seluruh tingkatan pendaftaran serta aktivasi tabungan PIP murid itu saat ini sudah rampung.

Okki menyebutkan, pegawai memandu pihak kerabat sejak awal sampai seluruh ketentuan terpenuhi.

"Kami telah membantu menyelesaikan seluruh proses pendaftaran dan aktivasi rekening PIP siswa yang bersangkutan. Petugas BNI mendampingi keluarga dalam setiap tahapan hingga seluruh proses berhasil dituntaskan," ujar Okki.

Keterangan tersebut diutarakan menyusul meluasnya rekaman di jejaring sosial yang menampilkan seorang murid mendatangi BNI Lubuk Pakam memakai ambulans dan tempat tidur pasien.

BNI juga menyatakan ikut bersimpati atas keadaan fisik murid serta mengerti kepedulian publik terhadap kejadian yang menjadi perhatian tersebut.

Okki memaparkan, BNI mempunyai prosedur pelayanan untuk nasabah dengan keadaan fisik tertentu maupun kebutuhan khusus.

Jikalau dibutuhkan, pihak kerabat dapat melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan kantor cabang sehingga skema pelayanan yang paling cocok bisa disiapkan.

Layanan juga dapat diatur melewati skema kesepakatan waktu bertatap muka dengan tetap mematuhi aturan, faktor keamanan, serta tahapan pemeriksaan.

"Untuk nasabah dengan kondisi tertentu, keluarga dapat terlebih dahulu berkoordinasi dengan kantor cabang agar bentuk pelayanan yang paling sesuai dapat dipersiapkan. Langkah ini penting agar proses layanan tetap berjalan aman, nyaman, dan tetap memenuhi ketentuan yang berlaku," jelas Okki.

Reporter: Moch Febrianto