Kurs Mata Uang Rupiah Makin Melemah Terhadap Dolar AS Pagi Hari Ini
JAKARTA - Pergerakan nilai tukar (kurs) IDR kembali loyo berhadapan dengan dolar Amerika Serikat (USD) di awal perdagangan hari Kamis (23/7/2026).
Berdasarkan pencatatan data Bloomberg jam 09.05 WIB pada arena spot exchange, kurs rupiah pagi ini dibuka tertekan sebesar 33 basis poin (0,18%) menuju level Rp 17.969 per dolar AS.
Di hari sebelumnya, posisi kurs rupiah pada hari Kamis (23/7/2026) ditutup melemah sebesar 19 poin pada tingkat Rp 17.936 per dolar AS.
Bersumber dari Sumbernya, perkasanya mata uang AS didorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi negara AS di hari Jumat, sebab melonjaknya harga komoditas minyak dan memanasnya perselisihan dagang dunia mempertinggi potensi inflasi.
Mata uang dolar AS bertahan di kisaran rekor tertinggi dalam periode tiga pekan menghadapi jajaran mata uang global di angka 101,45.
Sementara itu, mata uang Poundsterling Inggris terjerembab pada level terendah dalam kurun tiga minggu serta diperdagangkan pada nominal $ 1,3313 per dolar AS saat sesi awal perdagangan Asia, usai terperosok nyaris 0,5% semalam terhadap dolar AS yang kembali perkasa.
Nilai mata uang Euro turut mengalami depresi pada tingkat $ 1,1376 per dolar AS, hanya mendapati sedikit bantuan akibat sentimen rencana penyesuaian suku bunga Bank Sentral Eropa.
Pada waktu bersamaan, mata uang Yen Jepang terus tertahan mendekati level terendah dalam jangka 40 tahun di posisi 163,86 per dolar AS.
"Dunia harus bersiap menghadapi pukulan ganda berupa tarif, karena pada dasarnya minyak adalah tarif, dan gangguan pasokan independen. Ada gangguan yang ditentukan oleh kuantitas aktual tertentu, kemudian ada guncangan harga dari tarif (perdagangan) juga," kata Vishnu Varathan, kepala strategi makro Mizuho untuk Asia-Pasifik.