BEI Lampung Ajak Pengusaha Manfaatkan Pasar Modal Menuju 1.100 Emiten

Pemimpin Redaksi Tribun Lampung, Ridwan Hardiansyah, saat podcast bersama Kepala Wilayah Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Lampung, Hendi Prayogi (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Jumat, 24 Juli 2026 | 14:00:21 WIB

BANDAR LAMPUNG - Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Lampung terus memacu sektor dunia usaha lokal untuk memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan utama melalui mekanisme Initial Public Offering atau Go Public.

Langkah ini sejalan dengan target nasional BEI yang membidik pencapaian 1.100 emiten pada tahun 2030, di mana saat ini telah terealisasi sebanyak 960 emiten.

Kepala Wilayah BEI Lampung, Hendi Prayogi, mengungkapkan bahwa jumlah perusahaan asal Lampung yang mencatatkan sahamnya di bursa saat ini baru mencapai 8 emiten.

Menurutnya, angka tersebut masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan besarnya potensi ekonomi dan banyaknya perusahaan berskala besar di Provinsi Lampung.

"Secara potensi sangat besar, namun memang belum banyak pengusaha di Lampung yang mengetahui apa itu IPO serta manfaat strategisnya bagi pengembangan bisnis. Karena itu, kami optimis di tahun-tahun mendatang emiten asal Lampung akan terus bertambah," kata Hendi dalam wawancara podcast bersama Pemimpin Redaksi Tribun Lampung, Ridwan Hardiansyah, Selasa (21/7/2026).

Hendi memaparkan, selama ini terdapat kekeliruan persepsi di kalangan pelaku usaha yang menganggap IPO hanya diperuntukkan bagi perusahaan beraset raksasa. BEI telah menyediakan klasifikasi papan pencatatan yang fleksibel, yakni Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Akselerasi.

"Perusahaan tidak harus berskala besar atau sudah mencatatkan keuntungan untuk bisa IPO. Perusahaan merintis yang usianya baru 1 tahun dan status keuangannya masih rugi pun bisa masuk ke bursa, karena ada papan pencatatan seperti Papan Akselerasi. Syarat utamanya adalah sudah berbentuk Perseroan Terbatas (PT)," jelas Hendi.

Sementara bagi perusahaan rintisan atau startup baru yang usianya belum genap satu tahun, BEI Lampung menyediakan program pembinaan khusus melalui sistem inkubator untuk mempersiapkan tata kelola perusahaan sebelum melangkah ke pasar modal.

Lebih lanjut, Hendi membeberkan berbagai nilai tambah yang diperoleh perusahaan setelah melakukan Go Public.

Pertama pendanaan tanpa batas. Di mana Pasar modal memberikan akses penyertaan modal berupa saham yang bukan bersifat utang, sehingga perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk mengembalikannya.

Lalu, meningkatkan penerapan Good Corporate Governance sehingga struktur dan manajemen organisasi perusahaan menjadi lebih rapi dan profesional.

Kemudian, Perusahaan emiten juga berkesempatan memperoleh insentif pemotongan pajak serta peningkatan reputasi bisnis di mata publik.

"Emiten juga dapat menerapkan program kepemilikan saham bagi karyawan (employee stock option), yang terbukti meningkatkan loyalitas dan kinerja pekerja karena merasa memiliki perusahaan tempat mereka bekerja" jelas Hendi.

Guna menjaring calon emiten lokal, BEI Lampung menggalakkan dua program intensif.

Pertama, One-on-One Meeting untuk mengedukasi jajaran direksi perusahaan secara langsung.

Reporter: Moch Febrianto