BEI Sebut Investor Pasar Saham Sulteng Masih Didominasi Gen Z Milenial

Kepala BEI Perwakilan Sulawesi Tengah Putri Irnawati (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Jumat, 24 Juli 2026 | 14:00:20 WIB

PALU - Bursa Efek Indonesia (BEI) mendata porsi pemodal pasar saham di Sulawesi Tengah tetap dikuasai generasi Z (Gen Z) dan generasi milenial mencapai 63,4 persen.

"Sejak beberapa tahun terakhir Gen Z dan milenial masih tetap konsisten mendominasi pasar saham," kata Kepala BEI Perwakilan Sulawesi Tengah Putri Irnawati di Palu, Kamis.

Dia menjelaskan jika ditinjau dari demografi kelompok anak muda yang bertransaksi di pasar modal, rata-rata rentang umur 18 tahun hingga 25 tahun.

Dari kenaikan pemodal pasar modal 2026 di daerah tersebut 103 persen atau 263.185 pemegang Single Investor Identification (SID), di mana sebanyak 166.842 SID di antaranya merupakan kelompok Gen Z dan milenial.

"Peningkatan itu tidak terjadi begitu saja, banyak proses yang kami lakukan menarik minat masyarakat melantai di pasar modal, seperti lewat sekolah pasar modal, membentuk galeri investasi di kampus, maupun edukasi dan literasi tentang keuangan," ujarnya.

Dia memaparkan sampai pertengahan 2026 pihaknya terus menggalakkan program edukasi literasi keuangan pasar saham kepada publik, di samping guna memikat minat warga berpartisipasi di bursa saham.

"Kami juga berperan mencegah investasi bodong melalui literasi keuangan," ucap Putri.

Dia menyambungkan transaksi pasar saham Sulteng saat ini terus bergerak ke arah lebih positif, berdasarkan data perdagangan saham BEI sepanjang rentang 13-17 Juli 2026 ditutup di zona hijau, kenaikan paling tinggi rata-rata nilai transaksi harian yakni mencapai 36,25 persen menjadi Rp13,99 triliun dari angka Rp10,27 triliun pada minggu sebelumnya.

"Data rata-rata volume transaksi harian pekan ini turut mengalami kenaikan sebesar 27,75 persen menjadi 26,17 miliar lembar saham, dari 20,49 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya," kata dia menuturkan.

Di samping itu, rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga mencatatkan lonjakan, yaitu sebesar 24,60 persen menjadi 2,33 juta kali transaksi dibanding 1,87 juta kali transaksi pada pekan terdahulu.

Reporter: Moch Febrianto