BNI Salurkan Saham Buyback 77,8 Juta Lembar ke Pegawai Perseroan
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tuntas mengalihkan semua saham hasil pembelian kembali (buyback) saham tahun 2026 untuk program kepemilikan saham bagi karyawan Perseroan.
Berdasarkan keterbukaan informasi dari Sumbernya pada Jumat (17/7/2026), BNI menyatakan tahapan pengalihan saham hasil buyback itu telah usai dilakukan pada 16 Juli 2026.
Sekretaris Perusahaan BNI Okki Rushartomo menyebutkan, tindakan korporasi tersebut adalah kelanjutan dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan pada 9 Maret 2026.
“Pengalihan saham hasil pembelian kembali ini merupakan bagian dari implementasi program kepemilikan saham bagi pegawai sebagai bentuk remunerasi berbasis kinerja,” ujar Okki.
Di dalam keputusan RUPST, pemegang saham merestui pengalihan saham hasil buyback yang mulanya disimpan menjadi saham treasuri (treasury stock).
Pemindahtanganan tersebut dapat dilaksanakan lewat penjualan kembali di dalam atau luar Bursa Efek Indonesia, maupun untuk program kepemilikan saham bagi pekerja dan pengurus.
Setelah menyelesaikan transaksi buyback yang dipublikasikan pada 6 Juli 2026, BNI selanjutnya mendistribusikan seluruh saham hasil pembelian kembali berjumlah 77.856.100 saham kepada pegawai.
Dengan selesainya proses itu, BNI menegaskan tidak mempunyai lagi saham treasuri yang bersumber dari pelaksanaan buyback saham tahun 2026.
Okki memaparkan, program kepemilikan saham pegawai ini diharapkan dapat meningkatkan keterikatan antara pekerja dengan performa dan pertumbuhan perusahaan.
“Penyelesaian pengalihan seluruh saham hasil buyback ini tidak memberikan dampak negatif terhadap BNI dan tidak mempengaruhi kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha BNI,” katanya.
Jumat (17/7/2026), nilai saham BBNI melonjak 2,29% di angka Rp 3.580 per saham.
Dalam rentang lima hari saham BBNI naik 4,68%.