Konflik AS Iran Picu Harga Emas Antam Turun Tajam 27.000 Per Gram

Ilustrasi Emas Antam, Sumber: sinarharapan.
Penulis: Aaina Salsa Bila
Sabtu, 18 Juli 2026 | 09:08:21 WIB

JAKARTA - Harga emas Antam mengalami penurunan tajam sebesar Rp27.000 per gram pada Sabtu, 18 Juli 2026. Penurunan signifikan ini memperpanjang tren negatif komoditas logam mulia domestik setelah melemah total Rp29.000 dalam dua hari terakhir.

Kondisi ini memicu perhatian besar dari para pelaku pasar modal dan investor domestik. Penurunan harga komoditas utama ini dinilai menjadi momentum penting bagi masyarakat yang sedang memantau pergerakan portofolio investasi mereka.

Penurunan tajam harga logam mulia domestik ini dipicu oleh ambruknya harga emas di pasar spot dunia. Berdasarkan data perdagangan global, harga logam mulia spot ditutup anjlok hingga 1,85 persen ke kisaran level US$ 3.985,1 hingga US$ 3.988,19 per troy ons.

Kejatuhan tersebut membawa harga emas dunia menyentuh level terendah dalam delapan bulan terakhir atau sejak November tahun lalu. Investor global dilaporkan melakukan aksi jual massal di tengah dinamika pasar keuangan yang dinamis.

Faktor utama ekonomi makro yang menjadi penyebab harga emas antam anjlok adalah eskalasi ketegangan geopolitik yang kembali memanas di Timur Tengah. Konflik terbuka kembali pecah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sekaligus mengabaikan kesepakatan gencatan senjata yang sempat disepakati sebelumnya.

Situasi memburuk setelah militer AS dilaporkan melancarkan serangan udara terhadap fasilitas pelabuhan di wilayah Iran. Serangan strategis tersebut juga mengenai sebuah kapal tanker minyak yang sedang bersandar di area tersebut.

Pemerintah Iran merespons keras tindakan militer sekutu tersebut dengan mengancam akan memblokade jalur perdagangan logistik internasional utama. Langkah ini langsung memicu kekhawatiran baru terhadap pasokan pasokan energi global global.

"Selama AS tidak menerima sistem hukum Iran, maka Selat Hormuz akan tetap ditutup," ujar Juru Bicara Angkatan Darat Iran.

Ketegangan geopolitik tersebut berimbas langsung pada komoditas energi dunia. Tercatat harga minyak mentah jenis brent bergerak fluktuatif namun tetap bertahan kokoh di atas level US$ 80 per barel akibat potensi gangguan distribusi maritim.

Penurunan tajam tidak hanya melanda emiten produts PT Aneka Tambang Tbk (Antam), melainkan juga terjadi secara serentak pada brand logam mulia lainnya seperti UBS dan Galeri 24. Secara umum, harga emas Antam dan UBS melemah di kisaran Rp27.000 hingga Rp28.000 per gram.

Sementara itu, tekanan paling besar dialami oleh para pemilik emas yang ingin mencairkan aset mereka. Harga buyback atau pembelian kembali emas Antam oleh pihak produsen justru anjlok lebih dalam dengan penurunan mencapai Rp47.000 per gram.

Masyarakat yang ingin memanfaatkan momentum harga emas turun hari ini perlu memperhatikan regulasi fiskal yang berlaku. Proses transaksi perdagangan logam mulia batangan di Indonesia tetap terikat pada instrumen perpajakan resmi dari pemerintah.

Berdasarkan aturan pajak beli emas batangan antam terbaru yang mengacu pada PMK Nomor 34/PMK.10/2017, setiap pembelian logam mulia batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Ketentuan tarifnya terbagi berdasarkan kepemilikan identitas perpajakan konsumen.

Masyarakat yang memiliki NPWP akan dikenakan potongan PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen dari total nilai transaksi. Sementara bagi masyarakat yang belum memiliki atau tidak menyertakan NPWP, tarif pajak yang dibebankan menjadi lebih tinggi yakni sebesar 0,9 persen.

Terdapat pula penyesuaian regulasi lain yang menyebut tarif pembelian berada di angka 0,25 persen untuk pemilik NPWP dan 0,5 persen non-NPWP. Sedangkan untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan potongan pajak sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi pemilik non-NPWP.

Informasi harga dan kebijakan perpajakan komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar. Berbelanja dengan bijak dan selalu pantau informasi harga serta regulasi resmi dari pemerintah atau otoritas terkait.

Hingga saat ini, pergerakan instrumen investasi emas saat suku bunga naik dan konflik global masih terus dipantau ketat oleh para manajer investasi. Pihak Antam dan jaringan ritel pecahan logam mulia terafiliasi terus memperbarui sistem integrasi harga real-time di butik-butik logistik resmi mereka seluruh Indonesia.

Reporter: Aaina Salsa Bila